Berita Tegal

Dikbud Kabupaten Tegal Buka Pembelajaran Tatap Muka Mulai 18 Januari 2021, Begini Persiapannya

Dikbud Kabupaten Tegal berencana membuka pembelajaran tatap muka bagi siswa PAUD, SD, dan SMP di wilayah tersebut, mulai 18 Januari 2021.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DESTA LEILA KARTIKA
Kepala Dikbud Kabupaten Tegal Ahmad Wasari saat ditemui, Senin (21/12/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SLAWI - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Tegal berencana membuka pembelajaran tatap muka bagi siswa PAUD, SD, dan SMP di wilayah tersebut, mulai 18 Januari 2021.

Kepala Dikbud Tegal Ahmad Wasari mengatakan, sebelumnya, pihaknya berencana membuka pembelajaran tatap muka mulai 2 Januari 2021.

"Seharusnya, siswa masuk dan melakukan KBM tatap muka tanggal 2 Januari 2021. Namun, setelah mendapat surat edaran dari gubernur agar menunda, kami berikan toleransi dan menunda pada tanggal 18 Januari 2021," tutur Wasari, Rabu (23/12/2020).

Baca juga: Pemkot Tegal Borong 5 Penghargaan TOP IT Digital Awards 2020

Baca juga: Kisah Ibu Muda Pengambil Spesimen Swab di Tegal, Selalu Khawatirkan Anak dan Keluarga

Baca juga: Ini Jadwal Ibadah Misa Natal di Gereja Katolik HKY Kota Tegal, Digelar Tatap Muka dan Virtual

Baca juga: Polres Tegal Imbau Gereja Membentuk Satgas Pengamanan selama Natal, Berjaga 24 Jam Sehari

Wasari juga akan melihat perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal, yang sampai saat ini, masih terus meningkat.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal yang juga meminta sekolah tatap muka ditunda.

Nantinya, jika ada yang perlu diurus oleh siswa atau pun guru, juga dianjurkan dilakukan secara daring.

"KBM tatap muka, aturannya masih sama seperti yang sudah diberlakukan selama masa pandemi Covid-19. Yaitu, menggunakan sistem shift," jelasnya.

"Nanti, siswa dalam kelas hanya separuhnya. Selain itu, siswa dan guru wajib memakai masker, mencuci tangan sebelum masuk kelas, dan menjaga jarak dengan teman-temannya. Tidak ada jam istirahat untuk menghindari terjadinya kerumunan," jelasnya.

Sebelumnya, proses pembelajaran tatap muka di Kabupaten Tegal sudah diterapkan.

Pelaksaan sekolah bagi siswa kelas rendah (kelas 1-3) di SD dimulai pukul 07.00 WIB dan berakhir pukul 09.00 WIB.

Sedangkan untuk kelas tinggi (kelas 4-6) SD dan SMP, berlangsung pukul 07.00-10.00 WIB.

Jumlah siswa dalam satu kelas dibatasi maksimal 16 orang dan tak ada jam istirahat.

Terkait SOP yang diterapkan, Wasari menjelaskan, mulai dari tahap persiapan lingkungan sekolah, ruang kelas yang aman dan sehat.

Baca juga: Lokawisata Baturraden Masih Sepi Pengunjung, Harus Bawa Hasil Tes Rapid dan Hujan Diduga Jadi Pemicu

Baca juga: Belum Final, KPU Terima 128 Gugatan Hasil Pilkada Serentak 2020

Baca juga: Jabat Menteri Agama, Gus Yaqut Berkomitmen Jadi Menteri Semua Agama: Tidak Boleh Ada Diskriminasi

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 di Banyumas Tercatat 4.390 Kasus, Separuhnya Terjadi di Desember

Selain itu, persiapan terkait siswa, juga diatur di dalam SOP.

Di antaranya, menerapkan germas, membiasakan siswa tidak berjabat tangan dengan siapapun, memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun, dan membawa handsanitizer.

Tidak hanya siswa dan guru, di dalam SOP juga dijelaskan peran orangtua siswa, komite sekolah, dan masyarakat.

Pelaksanaan KBM tatap muka ini juga bersifat sangat fleksibel.

Artinya, ketika orangtua siswa ada yang kurang setuju atau masih khawatir anaknya berangkat ke sekolah maka boleh mengikuti pelajaran dari rumah.

Begitu juga, bagi siswa yang sedang sakit maka tidak dianjurkan mengikuti KBM tatap muka ini. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved