Berita Banjarnegara
Jalur Terputus Akibat Pergerakan Tanah, Penghubung Dua Desa di Wanayasa Banjarnegara
Di Dusun Pramen, Desa Bantar, Kecamatan Wanayasa, tebing setinggi sekira 50 meter runtuh hingga materialnya menutup jalan kabupaten di bawahnya.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Pergerakan tanah di Desa Bantar dan Desa Suwidak Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara kian parah.
Jalan yang menghubungkan dua desa itu bahkan terputus karena longsor.
Di Dusun Pramen, Desa Bantar, tebing setinggi sekira 50 meter runtuh hingga materialnya menutup jalan kabupaten di bawahnya.
Baca juga: Rumah Rusak Akibat Tanah Gerak, 177 Warga Pagentan Banjarnegara Mengungsi sejak Awal Desember
Baca juga: Warga Korban Tanah Gerak Pagentan Masih di Pengungsian, PMI Banjarnegara Beri Pendampingan Psikologi
Baca juga: Kasih Jaminan Tas Berisi Plastik, Pemuda Banjarnegara Gondol Yamaha R 15 yang Ditawarkan di Facebook
Baca juga: Banjarnegara Belum Jadi Kabupaten Layak Anak, Wabup: Ada Beberapa Indikator yang Kurang
Panjang jalan yang tertimbun longsor sekira 50 meter dengan ketebalan sekira 1 meter.
Seketika akses jalan putus karenanya.
Warga setempat, Eko Purwanto mengatakan, longsor terjadi Jumat (112/2020) waktu subuh saat hari masih gelap.
Selain tertimbun longsor tebing, sebagian ruas jalan itu ambles cukup dalam.
Material jalan (cor) pun hancur karena longsor.
Ini memperparah kondisi jalan hingga tidak bisa dilalui kendaraan.
"Akses putus belum bisa dilalui kendaraan," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (19/12/2020).
Karena jalan tertutup longsor, warga di dua desa itu tidak bisa saling berkunjung menggunakan kendaraan.
Warga Desa Suwidak dan sebagian warga Desa Bantar nyaris terisolasi dari dunia luar.
Jalan itu merupakan akses utama warga menuju desa-desa luar atau kecamatan.
Volume material longsor yang besar membuatnya sulit dibersihkan, terlebih menggunakan cara manual.
Beberapa alat berat telah siaga di lokasi kejadian.