Berita Solo
Dinilai Tak Efektif, Pemkot Solo Batal Lakukan Skrining Pemudik di Terminal dan Stasiun
Pemerintah Kota (Pemkot) Solo batal menjaring pemudik yang akan masuk ke Kota Bengawan, per Rabu (16/12/2020).
"Kalau di kami, tidak ada aturan yang khusus tata laksana yang mengatur pelaku perjalanan seperti di Solo," katanya, Jumat (11/12/2020).
"Sehingga, kami akan memaksimalkan jogo tonggo," ucapnya.
Yunia meminta masyarakat yang mendapatkan tamu atau kedatangan kerabat dari luar kota, segera melaporkan ke Jogo Tonggo setempat.
Baca juga: PMI Banjarnegara: Korban Longsor Desa Suwidak Butuh Peralatan Sanitasi, Stok Makanan Menipis
Baca juga: Cegah Kerumunan, Pemkab Kudus Berencana Tutup Tempat Wisata saat Libur Pergantian Tahun
Baca juga: Kasih Jaminan Tas Berisi Plastik, Pemuda Banjarnegara Gondol Yamaha R 15 yang Ditawarkan di Facebook
Baca juga: Presiden Pastikan Vaksin Covid-19 untuk Semua Warga, Gratis
Pelaporan ini bisa dilakukan kepada Ketua RT, RW, Kepala Desa atau Lurah setempat.
Pemudik yang datang, wajib melakukan isolasi mandiri di tempat yang didatangi.
"Hal ini untuk mengantisipasi adanya kasus, baik gejala maupun penularan Covid-19 sebelumnya, supaya bisa dilakukan tata laksananya," jelas dia.
"Supaya kalau ada kasus, tidak menyebar kemana-mana," terangnya. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul BREAKING NEWS : Pemkot Solo Batal Jaring Pemudik di Stasiun dan Terminal, Ini Alasan Wali Kota.