Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

Hasil Rekapitulasi Suara Pilkada Kabupaten Semarang: Paslon Ngebas Dipastikan Ungguli Bison

Penetapan hasil suara Pilkada Kabupaten Semarang telah melalui pencermatan dan diteliti oleh unsur KPU, Bawaslu, maupun saksi kedua paslon.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Ketua KPU Kabupaten Semarang Maskup Asyadi memimpin Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Semarang Tahun 2020 di Ball Room The Wujil Resort & Convention, Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (15/12/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - KPU Kabupaten Semarang menetapkan Paslon Bupati dan Wakil Bupati Semarang nomor urut 2 Ngesti Nugraha- M Basari (Ngebas) sebagai pemenang pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Semarang Tahun 2020.

Ketua KPU Kabupaten Semarang, Maskup Asyadi mengatakan, berdasarkan rekapitulasi penghitungan suara di tingkat Kabupaten, paslon yang diusung PDIP, PKB, Partai Demokrat, dan Partai Hanura memastikan perolehan 386.222 suara.

Baca juga: Pencurian Mendominasi Kasus Kriminalitas di Kabupaten Semarang

Baca juga: KABAR DUKA, Rektor UMP Sempat Berbuka Puasa Bersama Keluarga, Sebelum Berangkat ke Semarang

Baca juga: Banyak Klub Liga 1 Sodorkan Tawaran Gaet Pratama Arhan Alief, Begini Respon GM PSIS Semarang

Baca juga: Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Semarang Deportasi 4 Warga Timor Leste, 1 di Antaranya Masih Balita

"Perolehan suara tersebut mengungguli Paslon nomor urut 1 Bintang Narsasi- Gunawan Wibisono (Bison)."

"Paslon yang diusung PPP, PKS, Partai Gerindra, PAN, Partai Golkar, dan Partai NasDem meraup 189.264 suara," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (15/12/2020).

Menurut Maskup, hasil rekapitulasi penghituangan suara tingkat Kabupaten Semarang tersebut, selanjutnya ditetapkan oleh KPU Kabupaten Semarang.

Yakni melalui Keputusan KPU Kabupaten Semarang Nomor 1260/PL.02.6-kpt/3322/KPU-Kab/XII/2020 tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Semarang Tahun 2020.

Dia menambahkan, penetapan tersebut telah melalui pencermatan dan diteliti oleh unsur KPU, Bawaslu, maupun saksi kedua paslon.

"Karena Pasal 30 Ayat (1) dan (2) PKPU Nomor 19 Tahun 2020 tentang Rekapitulasi, mengamanatkan itu."

"Yakni sebelum dilakukan penandatanganan oleh para saksi dan ditetapkan, harus dilakukan pencermatan terlebih dahulu," katanya.

Pihaknya mengungkapkan, selama proses rekapitulasi dari 19 kecamatan kedua saksi paslon tidak ada yang mempersoalkan atau menemukan selisih angka. 

Kemudian, lanjutnya, untuk penetapan paslon terpilih masih ada mekanisme, menunggu adanya gugatan atau tidak yang tercatat di buku registrasi Mahkamah Konstitusi (MK).

"Jika lima hari setelah tidak adanya gugatan, baru dilaksanakan rapat pleno terbuka Penetapan Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Semarang terpilih."

"Sementara untuk pendaftaran (registrasi) gugatan ke MK, masih ada waktu 1 x 24 jam setelah penetapan rekapitulasi hasil pemungutan suara tingkat Kabupaten Semarang ini,” ujarnya. (M Nafiul Haris)

Baca juga: Blora Kini Sudah Miliki Alat Tes Usap PCR, Sehari Bisa Layani 60 Sampel

Baca juga: Hasil Rekapitulasi Suara Tingkat Kabupaten di Purbalingga: Oji-Jeni 45,26%, Tiwi-Dono 54,74%

Baca juga: Pemkab Wonogiri Tanggung Biaya Pemulasaran Jenazah Covid-19, Rp 2 Juta Per Orang

Baca juga: Suaminya Menangi Pilkada Kendal, Chacha Frederica Mulai Dipanggil Ibu Bupati, Meski Belum Dilantik

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved