Berita Banyumas

Kebakaran Hanguskan Pabrik Pengolahan Kayu di Banyumas, Api Bersumber dari Ruang Oven

Pabrik pengolahan kayu yang berada di Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, terbakar, Kamis (10/12/2020) pukul 20.00 WIB.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Petugas damkar memadamkan api yang melalap ruang oven pabrik pengolahan kayu di Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Kamis (10/12/2020) malam. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Pabrik pengolahan kayu yang berada di Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, terbakar, Kamis (10/12/2020) pukul 20.00 WIB.

Api melalap bangunan bagian ruang oven yang menyimpan 20 kubik kayu.

Kebakaran tersebut pertama kali diketahui seorang karyawan, yaitu Joni Pratama (24), yang saat itu bekerja di shif malam.

Joni bertugas menjaga kestabilan suhu oven maksimal 50 derajat celsius.

"Setelah dua jam, saya cek lagi. Namun, tiba-tiba, suhu meningkat menjadi 80 derajat celsius," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (11/12/2020).

Baca juga: Residivis Curi Motor di Banyumas, Uang Hasil Penjualan Digunakan Beli HP untuk Belajar Daring Anak

Baca juga: Banyumas Tak Akan Terapkan PSBB Meski Berstatus Zona Merah Covid-19, Begini Alasan Bupati

Baca juga: Rata-rata Tiap Hari Lima Orang Meninggal Karena Covid-19 di Banyumas, Mayoritas Berstatus Komorbid

Baca juga: Renovasi Pasar Wage Purwokerto Dikerjakan Awal Tahun, Perbaikan Hanya di Blok B yang Terbakar

Karena suhu meningkat, ia bergegas mengecek dan benar, api sudah menyentuh plafon dan membakar seluruh kayu di dalam ruangan tersebut.

Melihat hal ini, ia meminta pertolongan. Setelah itu, tiga unit regu pemadam kebakaran (damkar) mendatangi lokasi pabrik.

Api sulit dipadamkan lantaran banyak benda mudah terbakar.

Sementara itu, Kapolsek Kalibagor AKP Ratna Dwi Astuti mengatakan, masih melakukan penyelidikan terkait kasus kebakaran ini.

"Sementara, penyebab pasti masih dilakukan penyelidikan," katanya.

Api akhirnya berhasil dipadamkan beberapa jam kemudian.

Tak ada korban dalam peristiwa ini namun kerugian yang dialami ditaksir senilai Rp 30 juta. (Tribunbanyumas/jti)

Baca juga: Gelombang Tinggi Rusak 15 Kapal Nelayan di Tambaklorok Semarang, Nelayan Pilih Bekerja di Proyek

Baca juga: 1 Nakes RSUD Salatiga Meninggal Akibat Positif Covid-19, Layanan Rumah Sakit Jalan Terus

Baca juga: Hasil Sementara Pilkada 2020 di Jateng: Kotak Kosong di Kebumen Dapat 38,7 Persen Suara

Baca juga: Hasil Pilkada Serentak 2020: 3 dari 7 Artis Diprediksi Lolos Jadi Pimpinan Daerah, Ini Nama-namanya

Sumber: Tribun Banyumas
  • Berita Terkait :#Berita Banyumas
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved