Breaking News:

Berita Banyumas

Dinding Mulai Retak, 12 Rumah di Pinggir Sungai Logawa Semaya Banyumas Terancam Longsor

Setidaknya 12 rumah di pinggir Sungai Logawa di RT 06 RW 06 Dusun Semaya, Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, terancam longsor

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Setidaknya 12 rumah di RT 06 RW 06, Dusun Semaya, Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, terancam longsor menyusul terjadinya pergerakan tanah, Jumat (11/12/2020).

Tembok rumah dan tanah di dekat belakang pekarangan warga amblas sekira 1.5 sampai 2 meter.

Bagian belakang rumah-rumah warga tersebut berjarak sekira 200 meter dari aliran Sungai Logawa.

Fatimah (40), warga RT 06 RW 06, Dusun Semaya, Desa Sunyalangu, bercerita, pergerakan tanah membuat dinding rumahnya mulai retak.

Retakan dinding sebenarnya terjadi sejak enam bulan lalu. Tak hanya itu, lantai rumah juga sedikit amblas.

"Kalau mulai retak-retak itu sebelum ada (wabah) Covid-19. Tetapi, yang paling parah kemarin, tanah belakang rumah amblas 1.5 meter," ceritanya, Jumat (11/12/2020).

Baca juga: Kebakaran Hanguskan Pabrik Pengolahan Kayu di Banyumas, Api Bersumber dari Ruang Oven

Baca juga: Residivis Curi Motor di Banyumas, Uang Hasil Penjualan Digunakan Beli HP untuk Belajar Daring Anak

Baca juga: Ditinggal Setahun Jelang Lulus, Mahasiswa IAIN Purwokerto Ini Putuskan Wisuda Virtual di Makam Ayah

Baca juga: Nasib Angkot Oranye Purwokerto, Kalah Saing dari Angkutan Daring Hingga Rencana Pengoperasian BRT

Menurut Fatimah, pergerakan tanah diperparah hujan dan banjir Sungai Logawa, dua pekan lalu.

"Semenjak banjir, aliran Sungai Logawa pindah ke sisi kanan. Tanah dan bebatu di tebing berjatuhan," katanya.

Sementara itu, Ketua RT 06 RW 06, Yanita Kartikawati (30), mengatakan, total ada 94 kepala keluarga yang tinggal di 71 Rumah dekat aliran Sungai Logawa.

Namun, sekitar 12 rumah yang paling terancam longsor karena berada di tebing pinggir aliran sungai.

"Yang di pinggiran persis, dekat Sungai Logawa, yang paling terancam longsor, kira-kira 12 rumah. Rumahnya pada retak-retak dan makin parah sejak cuaca ekstrem," katanya.

Meskipun berpotensi longsor namun Fatimah dan warga lain belum mengungsi. Mereka masih tinggal di rumah meski penuh kekhawatiran.

"Sudah ada monitoring dari pihak desa. Warga masih bertahan," ujarnya. (Tribunbanyumas/jti)

Baca juga: Gelombang Tinggi Rusak 15 Kapal Nelayan di Tambaklorok Semarang, Nelayan Pilih Bekerja di Proyek

Baca juga: 1 Nakes RSUD Salatiga Meninggal Akibat Positif Covid-19, Layanan Rumah Sakit Jalan Terus

Baca juga: Hasil Sementara Pilkada 2020 di Jateng: Kotak Kosong di Kebumen Dapat 38,7 Persen Suara

Baca juga: Hasil Pilkada Serentak 2020: 3 dari 7 Artis Diprediksi Lolos Jadi Pimpinan Daerah, Ini Nama-namanya

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved