Breaking News:

Berita Jawa Tengah

Akses Dusun Gletuk dan Pringapus Temanggung Tertutup Longsoran, Dapur Milik Suraman Juga Lenyap

Material longsor yang terdiri dari tanah bercampur lumpur setinggi 3 meter menutupi seluruh bagian jalan di Dusun Gletuk, Desa Getas, Temanggung.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
BERSIHKAN MATERIAL LONGSOR: Warga Dusun Gletuk, Desa Getas, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung membersihkan material longsor yang memutus akses jalan utama ke Dusun Pringapus, Rabu (2/12/2020). 

Guna mencegah longsor kembali, ia meminta warga untuk berbenah dan bersiap-siap manakala curah hujan tinggi kembali mengguyur wilayah Desa Getas dan sekitarnya.

"Masyarakat saling gotong royong membenahi yang terdampak longsor, termasuk jalan dan selokan."

"Takutnya kalau disusul hujan lagi bisa tambah parah," terang Nasrudin.

Bantuan Pemerintah

Terpisah, Kepala BPBD Kabupaten Temanggung, Dwi Sukarmei menjelaskan, bencana longsor yang terjadi pada 1 Desember 2020 mengakibatkan beberapa rumah dan akses jalan di 4 desa tersebut rusak. 

Pihaknya juga telah melakukan tinjauan lokasi terdampak longsor guna memberikan bantuan sesuai apa yang dibutuhkan.

Seperti material perbaikan rumah meliputi kayu, semen, besi, genting, papan, maupun material lainnya. 

Khusus untuk warga yang melakukan gotong royong, BPBD memberikan sembako dan makanan siap saji kepada warga agar bisa dimanfaatkan saat kerja bakti. 

"Kalau nominalnya per keluarga bervariasi, tergantung kerusakan."

"Bisa hanya beberapa juta, maksimal Rp 5 juta oleh kabupaten, kalau provinsi bisa mencapai Rp 10 juta," terang Dwi.

Dia memperkirakan, kerusakan rata-rata tiap rumah mencapai 20 persen dari total bangunan yang ada.

Dari perkiraan itu, anggota BPBD meminjau lokasi untuk memperkirakan apa saja yang dibutuhkan warga terdampak longsor untuk dibantu. 

"Prinsip kami berikan bantuan logistik sembako maupun material bangunan."

"Total dalam setahun ada anggaran kebencanaan Rp 300 juta untuk material bangunan dan Rp 50 juta untuk bantuan makanan siap saji." 

"Saat ini sisa anggaran tinggal Rp 80 juta untuk material."

"Itu pun mencakup semua anggaran kebencanaan. Kalau logistik makanan, semua sudah habis," jelasnya. (Saiful Ma'sum)

Baca juga: Tak Perlu Repot Mengurus, Pengantin di Kota Tegal Bakal Langsung Terima KK dan KTP Baru seusai Akad

Baca juga: Mantan Kapolsek Tegal Selatan Beberkan Fakta di Pengadilan, Sidang Lanjutan Kasus Konser Dangdut

Baca juga: Kisah Sukses Yudya, Pensiunan Karyawan Pertambangan, Laris Manis Berbisnis Ikan Cupang di Tegal

Baca juga: Rusunawa Tegalsari Sudah Ditempati, Wawali Kota Tegal: Delapan Pasien Sedang Jalani Isolasi Mandiri

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved