Breaking News:

Berita Banyumas

Tingkatkan Pendidikan Politik Warga, Bawaslu RI Gandeng Unsoed dan Unwiku Purwokerto

Bawaslu RI menandatangani kerjasama pengembangan kegiatan Tri Dharma perguruan tinggi di Banyumas, Senin (30/11/2020).

TRIBUNBANYUMAS/Permata Putra Sejati
Penandatanganan Nota Kesepahaman yang dilakukan antara Bawaslu RI dan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto serta Universitas Wijayakusuma Purwokerto di Pendopo Si Panji, Purwokerto, Senin (30/11/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI) menandatangani kerjasama pengembangan kegiatan Tri Dharma perguruan tinggi di Banyumas, Senin (30/11/2020).

"Penandatangan MoU ini ruang lingkupnya adalah soal penelitian, pengabdian masyarakat, serta pendidikan politik dan hukum," ujar Ketua Bawaslu RI Abhan di Pendopo Si Panji Purwokerto, Senin.

Penandatanganan Nota Kesepahaman dilakukan antara Bawaslu RI dan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto serta Universitas Wijayakusuma Purwokerto.

"Daerah-daerah yang ada perguruan tinggi, siap, kami akan lakukan MoU," tambahnya.

Baca juga: Bawaslu: Pelanggaran Protokol Kesehatan Terbanyak saat Kampanye adalah Peserta Lebih dari 50 Orang

Baca juga: Cek Perbaikan Jembatan di KM 427, Polres Semarang Pastikan Tol Semarang-Solo Siap saat Libur Nataru

Baca juga: 8 TPS di Pilkada Solo Masuk Kategori Rawan, Bakal Dijaga 2 Polisi di Hari Pencoblosan

Baca juga: Tak Bisa Cegah Kerumunan Pengunjung, Objek Wisata Dusun Semilir Ditutup Sementara Pemkab Semarang

Abhan mengakui, praktik politik uang masih menjadi tantangan dalam pelaksanaan pemilu maupun pemilihan kepala daerah (pilkada).

Tantangan lain adalah banyaknya informasi hoaks dan ujaran kebencian.

"Saya kira, ini adalah tantangan dan harus kita perbaiki. Kalau ada yang kurang, ibarat rumah ada yang bocor, iya, kita tambal yang bocor, tidak perlu kita runtuhkan rumah itu. Dan ini merupakan PR kita bersama," jelasnya.

Berbagai permasalahan itu bukan hanya tanggung jawab penyelenggara pemilu, baik Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun Bawaslu tetapi juga tanggung jawab seluruh komponen bangsa, termasuk perguruan tinggi.

Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Prof Suwarto mengatakan, perguruan tinggi memiliki tugas menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi di bidangnya.

Selain itu, mempunyai literasi di bidang kewarganegaraan, cinta tanah air, serta memiliki tanggung jawab bersama untuk kemajuan bangsa dan negara.

Lulusan perguruan tinggi juga bersama-sama seluruh warga negara Indonesia, berkewajiban menyukseskan demokrasi.

"Lewat demokrasi yang sehat, bisa menghasilkan pemimpin-pemimpin yang akuntabel, mempunyai integritas. Itu semua yang akan menghasilkan kemajuan bagi bangsa," katanya.

Baca juga: Kecelakaan Terjadi Lagi di Tol Cipali, 8 Korban Tewas Asal Kesesi Pekalongan. Berikut Daftarnya

Baca juga: Kamar Isolasi Covid-19 di RS di Banyumas Penuh, Pemkab Tambah 450 Tempat Tidur di Rumah Karantina

Baca juga: Kajian KPAI, 83 Persen Sekolah Belum Siap Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Baca juga: Yoyok Sukawi Nilai Klub Olahraga Bakal Lebih Profesional setelah BSANK dan BOPI Dibubarkan

Oleh karena itu, kata dia, lewat kerja sama tersebut, nantinya akan ada mata kuliah tentang pemahaman pelaksanaan demokrasi kepada mahasiswa.

Sementara itu, Rektor Universitas Wijayakusuma (Unwiku) Purwokerto H Kaboel Suwardi pun sepakat akan hal tersebut. Dia berharap, kerja sama ini menambah kompetensi mahasiswa. (Tribunbanyumas/jti)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved