Breaking News:

Berita Pendidikan

Kajian KPAI, 83 Persen Sekolah Belum Siap Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Komisioner KPAI Retno Listyarti menyebutkan, dari hasil tinjauannya, 83,68 persen sekolah belum siap melangsungkan pertemuan tatap muka.

Editor: rika irawati
TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
Ilustrasi. Sebagian siswa SMP Negeri 2 Selopampang, Kabupaten Temanggung sedang mengikuti simulasi KBM tatap muka, Senin (26/10/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Pelaksanaan sekolah tatap muka pada Januari nanti dinilai belum tepat. Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti menyebutkan, dari hasil tinjauannya, 83,68 persen sekolah belum siap melangsungkan pertemuan tatap muka (PTM).

Hal itu ia katakan berdasarkan hasil pengawasan KPAI sejak Juni hingga November 2020.

"Hasil pengawasan KPAI, menunjukkan data dan fakta bahwa dari 49 sekolah yang ditinjau langsung, hanya 16,32 persen sekolah yang siap, dan 83,68 persen belum siap," kata Retno melalui keterangan tertulisnya yang dikutip Kompas.com, Senin (30/11/2020).

Baca juga: Tindaklanjuti Izin Kemendikbud, Ini Skema Rencana Penerapan KBM Tatap Muka di Kendal

Baca juga: Alasan Kasus Covid-19 Masih Tinggi di Jateng, Bambang Kusriyanto Minta KBM Tatap Muka Dikaji Ulang

Baca juga: Kata Mendikbud Soal KBM Tatap Muka: Kuncinya Orangtua, Hak Mereka Melalui Komite Sekolah

Baca juga: 50 Persen Sekolah di Blora Siap KBM Tatap Muka

Retno mengatakan, pengawasan tersebut dilakukan di 49 sekolah di 21 kabupaten/kota pada delapan provinsi.

Provinsi yang dijadikan lokasi pengawasan yakni NTB, Bengkulu, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Banten, dan DKI Jakarta.

Sedangkan 49 sekolah yang diawasi antara lain SMKN 9 dan SMKN 11 Kota Bandung, SMKN 1 Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya, dan SMKN 63 Jakarta Selatan.

Selanjutnya, SMKN 2 Cikarang Barat, SMAN 1 Kota Bogor, SMAN 1 Kota Subang, SMAN 3 Slawi Kabupaten Tegal, SMAN 3 Kabupaten Seluma, dan SMAN 9 Kota Bengkulu.

Kemudian, SMAN 1 Monta Kabupaten Bima, SMAN 1 Gunungsari Lombok Barat, SMPN 4 Kota Solo, SMPN 1 Kota Magelang, SMPN 1 Kota Madiun, SMPN 5 Kota Yogjakarta, dan SMPN 7 Kota Bogor.

Berikutnya, SMPN 12 Kota Semarang, SMPN 3 Pangkah Kabupaten Tegal, SDN Pekayon Jaya 06 Kota Bekasi, SDN 01 Kota Cilegon, SDN Kalijaya 02 Cikarang Barat Kabupaten Bekasi, dan lain-lain.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan, pembelajaran tatap muka akan dimulai Januari 2021. Meski begitu, Nadiem mengatakan, pelaksanaan ini sifatnya bukan kewajiban.

Baca juga: Yoyok Sukawi Nilai Klub Olahraga Bakal Lebih Profesional setelah BSANK dan BOPI Dibubarkan

Baca juga: Evaluasi APBD 2021 dari Kemendagri Akhirnya Turun, Ganjar Targetkan Lelang Proyek Dimulai Desember

Baca juga: Tiga Hari Pencarian, Remaja Korban Hanyut di Bendungan Sungai Tambra Purbalingga Belum Ditemukan

Baca juga: Gunung Semeru Muntahkan Lahar Panas, Jalur Pendakian Ditutup Mulai Hari Ini

Menurutnya, kebijakan kembali membuka sekolah untuk pembelajaran tatap muka bersifat diperbolehkan atas keputusan tiga pihak.

"Sekali lagi harus saya tekankan, pembelajaran tatap muka ini diperbolehkan, tidak diwajibkan. Diperbolehkan dan keputusan itu ada di pemda, kepala sekolah, dan orang tua yaitu komite sekolah," ujar Nadiem dalam konferensi persnya secara daring (20/11/2020). (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "KPAI: 83,68 Persen Sekolah Belum Siap Lakukan Pertemuan Tatap Muka".

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved