Pilkada Serentak 2020

Upah Petugas Sortir dan Lipat Surat Suara Rp 75 per Lembar, KPU Solo: Makan Sekali Sehari

Ketua KPU Kota Surakarta, Nurul Sutarti mengatakan, para petugas sortir dan pelipatan surat suara juga mendapatkan jatah makan siang sekali sehari.

Editor: deni setiawan
KOMPAS.com/LABIB ZAMANI
Petugas melakukan sortir dan pelipatan surat suara Pilkada Serentak 2020 di Kantor KPU Kota Surakarta, Rabu (25/11/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SOLO - KPU Kota Surakarta melibatkan 25 petugas untuk menyortir dan melipat surat suara Pilkada Kota Surakarta 2020.

Para petugas sortir dan lipat surat suara ini menerima upah Rp 75 per lembar.

Adapun setiap petugas dibatasi paling banyak 3.000 lembar surat suara. 

Baca juga: Debat Publik Pilkada Purbalingga: Oji Pamer MoU Lima Perusahaan, Tiwi Beri Stimulus Rp 30 Juta

Baca juga: Video Pendukung Dilarang Datangi Debat Publik Paslon Pilbup Purbalingga

Baca juga: Bayar Pajak Kendaraan Tepat Waktu, Warga Boyolali Ini Dapat Berkah Mobil Toyota Sienta

Baca juga: Selokan Air Dipenuhi Puluhan Karamba, Begini Cara Warga Desa Bawang Batang Budidaya Ikan Tawar

Ketua KPU Kota Surakarta, Nurul Sutarti mengatakan, para petugas sortir dan pelipatan surat suara juga mendapatkan jatah makan siang sekali dalam sehari.

"Hak yang diperoleh petugas ini Rp 75 per lembarnya."

"Kemudian untuk makan siang sekali ditanggung KPU," kata Nurul seperti dilansir dari Kompas.com, Rabu (25/11/2020).

Proses sortir dan pelipatan 429.321 surat suara ditambah 2.000 surat suara pemungutan suara ulang (PSU) ini ditargetkan rampung 30 November 2020.

Selama proses sortir dan pelipatan surat suara, lanjut Nurul, KPU juga menyiapkan sekira 10 petugas internal.

"Karena ada ketentuan tidak boleh upahnya melebihi sepanjang di luar jam kerja."

"Karena kalau di dalam jam kerja tidak boleh," terang dia.

Dikatakan Nurul, selama proses sortir dan pelipatan surat suara petugas tetap harus menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Para petugas sebelum masuk ruangan harus mencuci tangan dengan sabun di tempat yang telah disediakan, mengisi daftar hadir, disemprot hand sanitizer, dan dicek suhu tubuhnya.

Mereka juga dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) selama proses sortir dan pelipatan, seperti masker, sarung tangan, dan pelindung wajah.

"Tetapi sarung tangan ini justru membuat keringat."

"Sehingga nanti surat suara bisa basah akhirnya dilepas disediakan hand sanitizer dan tisu setiap saat tangannya bisa steril," ungkap dia.

Setelah sortir dan pelipatan selesai, tahapan selanjutnya akan dilakukan pengesetan surat suara.

Kemudian H-1 pencoblosan surat suara Pilkada Kota Surakarta 2020 didistribusikan ke masing-masing TPS. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "25 Petugas Sortir dan Lipat Surat Suara di Solo Diupah Rp 225.000"

Baca juga: Jelang KBM Tatap Muka di Batang, Pelajar Pengguna Angkutan Umum Jadi Sasaran Rapid dan Swab Test

Baca juga: Tekan Anak Putus Sekolah, Pemkot Tegal Luncurkan Gerakan Asela

Baca juga: Pendataan Penerima BSU Guru Honorer Masih Dilakukan di Batang, Disinkronkan dengan Kemendikbud

Baca juga: Kota Tegal Punya 10 Trotoar Baru Akhir Tahun Ini, Anggaran Capai Rp 1,95 Miliar

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved