Berita Nasional
Peternak Jangan Buru-buru Jual Sapi, Pemkab Sleman: Keamanan dan Kesehatan Terjamin di Pengungsian
Karena itu kekayaan mereka, sapi harapannya kalau ada kebutuhan yang mendesak itu menjadi tabungan mereka.
TRIBUNBANYUMAS.COM, YOGYAKARTA - Pemkab Sleman meminta warga di kawasan radius bahaya Erupsi Gunung Merapi untuk tidak terburu-buru menjual hewan ternaknya dengan harga murah.
Sebab, pemerintah telah menyiapkan tempat pengungsian dan menjamin keamanan serta kesehatan ternak.
Hal itu disampaikan Plt Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Nawang Wulan.
Baca juga: Sehari Ada Dua Warga Kebumen Tewas Tersengat Listrik
Baca juga: Korban Tak Curiga Jika Motornya Hendak Berpindah Tangan, Pelaku Gadai Motor Sewaan di Kebumen
Baca juga: Biaya Urus Sertifikat PTSL Maksimal Cuma Rp 300 Ribu, Bupati Kebumen: Ganti Patok dan Materai
Baca juga: Kini, Seluruh Desa dan Kelurahan di Kebumen Berstatus Terbebas dari Kebiasaan BAB Sembarangan
Nawang mengatakan, sudah mendapat informasi warga di Dusun Kalitengah Lor yang menjual ternak sapinya.
Namun demikian, sapi tersebut dijual dengan harga yang wajar.
"Infonya ada warga yang menjual sapinya, tapi kami konfirmasi ke Pak Dukuh harganya masih wajar."
"Walaupun ada turun tetapi sedikit," ujar Nawang Wulan seperti dilansir dari Kompas.com, Senin (16/11/2020).
Nawang Wulan menyampaikan alasan warga menjual ternaknya dalam kondisi saat ini karena merasa tidak aman.
Alasan berikutnya karena merasa repot jika harus mengurusi ketika mengungsi.
"Merasa repot harus ke sana ke mari karena mereka mungkin belum tahu bagaimana untuk mengangkut pakan dan lain-lain," sebutnya.
Terkait hal tersebut, Pemkab Sleman meminta agar warga tidak terburu-buru menjual ternaknya.
Apalagi jangan sampai menjual ternaknya dengan murah.
Meskipun saat ini sedang kondisi tanggap darurat bencana erupsi Gunung Merapi.
"Permintaan Bupati Sleman jangan sampai peternak menjual dengan harga murah."
"Karena itu kekayaan mereka, sapi itu harapannya kalau ada kebutuhan yang mendesak itu menjadi tabungan mereka," tegasnya.
Menurutnya, Pemkab Sleman telah menyiapkan tempat pengungsian ternak.
Selama di pengungsian, pemerintah menjamin kesehatan, dan keamanan sapi warga.
Sehingga tidak perlu khawatir ketika harus mengungsikan ternak mereka.
"Warga tidak perlu khawatir, kami akan menjamin kesehatan ternak yang dievakuasi dan kecukupan pakan."
"Saat ini rumput masih bisa diambil."
'Kami memikirkan kalau sampai rumput itu tidak bisa diambil untuk pakan lagi," kata Nawang.
Dijelaskannya, di Kalitengah Lor ada 294 sapi milik warga.
Dari jumlah itu 94 jenis sapi perah.
Sedangkan 200 sapi potong.
"Sapi yang sudah turun di lokasi pengungsian 139."
"Terdiri dari 76 sapi potong dan 63 perah."
"Itu terbagi di 7 lokasi pengungsian," ungkapnya.
Sedangkan sisanya, imbuhnya akan dievakuasi secara bertahap.
Sekaligus menunggu selesainya pengerjaan tempat pengungsian hewan ternak di lapangan Timur posko Glagaharjo, Cangkringan, Sleman.
Di lokasi yang disiapkan ini nantinya mampu menampung 200 sapi.
"Sebenarnya sudah banyak yang mau menurunkan tapi kami tahan dahulu."
"Mengingat pengerjaan kandang penampungan di lapangan sedang dilakukan," kata Nawang. (*)
Artikel ini telah tayang sebelumnya di Kompas.com berjudul Merapi Siaga, Pemkab Sleman Minta Warga Tak Buru-buru Jual Ternak
Baca juga: Cegah Kasus Covid-19 Terulang, Ponpes El Bayan Cilacap Beri Sekat Kaca saat Santri Bertemu Orangtua
Baca juga: Santri Positif Covid-19 Sudah Sembuh, Ponpes El Bayan Cilacap: Musibah Ini Jadi Pelajaran Berharga
Baca juga: Cegah Murid Bosan, Calon Guru Penggerak di Cilacap Manfaatkan Film dan Tik Tok sebagai Media Ajar
Baca juga: Dodi Kangen Keluarga, Mengintip Keseharian Pasien ODGJ di Panti Sosial Eks Psikotik Cilacap