Senin, 27 April 2026

Berita Cilacap

Cegah Kasus Covid-19 Terulang, Ponpes El Bayan Cilacap Beri Sekat Kaca saat Santri Bertemu Orangtua

Setiap hari, santri juga dijadwalkan berolahraga dan berjemur di bawah matahari pagi. Makanan santri juga diberi tambahan gizi dan nutrisi.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Dok PONPES EL BAYAN
Santri menerima kunjungan orangtua di tempat khusus yang dipisahkan sekat kaca di Ponpes El Bayan, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Pengelola Pondok Pesantren (Ponpes) El Bayan memperketat protokol kesehatan setelah 497 santri di ponpes yang beralamat di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, itu dinyatakan sembuh dari virus corona (Covid-19).

Ketua Ponpes El Bayan Gus Firdaus Subky menuturkan, Covid-19 di ponpes teridentifikasi kali pertama pada akhir September 2020 lalu.

Awalnya, sejumlah santri mengalami gejala demam dan kehilangan kemampuan indra penciuman. Sementara, sebagian lainnya memgalami batuk ringan.

Melihat adanya fenomena yang tidak lazim itu, pengasuh ponpes segera berkoordinasi dengan dinas kesehatan (Dinkes) untuk melakukan swab.

Baca juga: Santri Positif Covid-19 Sudah Sembuh, Ponpes El Bayan Cilacap: Musibah Ini Jadi Pelajaran Berharga

Baca juga: Cegah Murid Bosan, Calon Guru Penggerak di Cilacap Manfaatkan Film dan Tik Tok sebagai Media Ajar

Baca juga: Dodi Kangen Keluarga, Mengintip Keseharian Pasien ODGJ di Panti Sosial Eks Psikotik Cilacap

Baca juga: Tol Solo-Yogya Yang Terkoneksi hingga Cilacap Diharapkan Dongkrak Ekonomi Kawasan Selatan Jateng

Firdaus mengaku, penanganan Covid-19 di lingkungan ponpes bukan hal yang mudah. Pasalnya virus tersebut menginveksi ratusan santri dalam waktu yang hampir bersamaan.

Namun, berkat penanganan yang cepat, hari demi hari, santri yang dinyatakan sembuh terus bertambah.

Meski seluruh santri telah dinyatakan sembuh, protokol kesehatan di lingkungan ponpes kini diperketat.

Pengelola ponpes menyediakan masker, memperbanyak tempat cuci tangan, dan rutin mendisinfeksi ruangan serta lingkungan ponpes.

"Seluruh kegiatan dilakukan dengan protokol kesehatan ketat. Sebelumnya, kami sudah menerapkan protokol kesehatan tapi sekarang lebih diperketat lagi," kata Firdaus melalui keterangan tertulis yang dikutip, Senin (9/11/2020).

Setiap hari, santri juga dijadwalkan berolahraga dan berjemur di bawah matahari pagi. Makanan santri juga diberi tambahan gizi dan nutrisi agar daya tahan tubuh lebih kuat.

Lebih lanjut, Firdaus mengatakan, protokol kesehatan ketat juga diberlakukan bagi orang luar yang datang ke ponpes. Kunjungan dibatasi khusus untuk orangtua atau wali santri.

Ponpes telah menyediakan ruangan khusus untuk kunjungan orangtua santri. Ruangan tersebut dibatasi menggunakan kaca.

Dengan begitu, menurut Firdaus, santri tetap dapat berinteraksi dengan orangtua namun tidak berkontak secara fisik.

"Kasihan santri kalau tidak bertemu orangtuanya. Tapi, protokol pencegahan juga harus diterapkan. Santri putra dan putri, masing-masing ada fasilitas terpisah. Dijadwal dan tidak boleh berinteraksi langsung," jelas Firdaus.

Baca juga: Model Indonesia di Amerika Dylan Sada Meninggal Dunia, Pernah Jadi Sorotan saat Alami Kekerasan

Baca juga: Retakan Bentuk Tapal Kuda Terlihat di Sirau Purbalingga, Warga Terancam Longsor Diminta Mengungsi

Baca juga: Alhamdulillah, 668 Pasien Covid-19 di Banyumas Sembuh

Baca juga: Tinggal Dekat Gunung Merapi, 281 Ibu Hamil Menyusui dan Lansia di Tegalmulyo Klaten Mulai Dievakuasi

Firdaus menambahkan, ponpes juga telah membentuk Satgas Penanganan Covid-19 dan relawan Jogo Santri.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved