Breaking News:

Berita Purbalingga

Retakan Bentuk Tapal Kuda Terlihat di Sirau Purbalingga, Warga Terancam Longsor Diminta Mengungsi

Di Dusun Pengungsen, pusat pergerakan tanah berada di areal pesawahan terasering yang berada di bawah pemukiman warga.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Satu di antara pemukiman di Dusun Pengungsen, Desa Sirau, Purbalingga, yang terancam longsor. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Hujan deras berintensitas tinggi yang menerpa wilayah Purbalingga akhir-akhir ini memicu pergerakan tanah di Dusun Pengungsen, Desa Sirau, Kecamatan Karangmoncol, Purbalingga.

Retakan tanah menjalar di wilayah pemukiman RT 15 RW 05, yang dihuni 17 KK. Longsor pun mengancam wilayah ini, terlebih jika hujan terus menerus mengguyur kawasan tersebut.

Di Dusun Pengungsen, pusat pergerakan tanah berada di areal pesawahan terasering yang berada di bawah pemukiman warga.

Tanah mengalami retak dan ambles, berpola tapal kuda hingga kedalaman sekitar 1,5 meter.

Baca juga: Menangis dan Peluk Teman setelah Terpental Disambar Petir, Remaja di Purbalingga Ini Akhirnya Tewas

Baca juga: RX King Seruduk Vario di Bantarbarang Purbalingga, Seorang Pengendara Tewas

Baca juga: Jadi Korban Angin Ribut, 4 Warga Muntang Dapat Bantuan Atap Seng dari Satlantas Polres Purbalingga

Baca juga: Dorong Peningkatan Kualitas Gula Pengrajin, Pemkab Purbalingga Fasilitasi Dapur Sehat

 

Selain retakan tanah, rumah warga juga berisiko terkena longsor tebing. Pemukiman warga di Dusun Pengungsen memang berada di tanah pegunungan, koturnya berupa tebing dan jurang.

"Bahaya ini, sepanjang jalan menuju lokasi pusat tanah bergerak ada rekahan tanah. Rawan sekali tanahnya ambles apalagi di bawah ternyata ada aliran sungai Tambra," ucap Sekretaris Camat Karangmoncol, Sapto Suhardiyo, Senin (12/11/2020).

Dia melihat beberapa rumah warga sudah ditinggalkan penghuninya. Mereka ternyata sudah mengevakuasi diri ke tempat yang lebih aman.

Saat meninjau lokasi, pihaknya juga beberapa kali bertemu warga yang pergi untuk evakuasi ke tempat yang aman.

Lain halnya dengan Kaminto, satu di antara warga yang masih bertahan di rumahnya, bersama keluarga. Padahal, lahan yang ia tempati rawan longsor.

Tempat tinggalnya juga rawan terkena longsoran tebing di samping rumah. Sebagian bangunan rumahnya bahkan telah dibongkar akibat retakan yang tambah parah.

Bangunan dapur yang terancam itu telah dipindah di lahan samping rumah.

"Mau pindah ke tempat aman gimana, ini buat benerin dapur, seng atapnya saja ngutang, belum dibayar," katanya. (*)

Baca juga: Pemkab Banyumas Batal Izinkan Bioskop Buka Lagi Mulai Pekan Ini, Berikut Alasannya

Baca juga: Truk Bermuatan Minuman Kaleng Terguling di Wonosobo, Saksi: Terdengar Suara Srek Hingga Gubrak Keras

Baca juga: Hore, Jajan di PKL Alun-alun Hanggawana Slawi Tegal Kini Bisa Dibayar Pakai LinkAja

Baca juga: Tinggal Dekat Gunung Merapi, 281 Ibu Hamil Menyusui dan Lansia di Tegalmulyo Klaten Mulai Dievakuasi

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved