Penanganan Corona
Santri Positif Covid-19 Sudah Sembuh, Ponpes El Bayan Cilacap: Musibah Ini Jadi Pelajaran Berharga
Kepala Dinkes Kabupaten Cilacap, Pramesti Griana Dewi mengatakan, sebagian besar santri Ponpes El Bayan berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG).
Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Sempat positif Covid-19, sekira 497 santri di Pondok Pesantren (Ponpes) El Bayan, Desa Padangsari, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap kini telah dinyatakan sembuh.
Kepala Dinkes Kabupaten Cilacap, Pramesti Griana Dewi mengatakan, sebagian besar pasien berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG).
Mereka sempat disolasi atau dirawat di fasilitas karantina khusus yang dipersiapkan Satgas Penanganan Covid-19 bersama pihak ponpes, yakni di MA El Bayan.
Baca juga: Pemilik Ponpes di Lumbir Banyumas Ditangkap Polisi, Diduga Cabuli Bocah 11 Tahun
Baca juga: Kami Selalu Diingatkan Pasukan Jogo Santri, Penerapan Prokes di Ponpes Jamiyatut Tholibin Temanggung
Baca juga: Siswa dan Guru Diminta Tes Swab Gunakan Dana BOS, Sekolah Tatap Muka Dimulai Bertahap di Jateng
Baca juga: Ini Enam Calon Sekda Jateng Hasil Uji Gagasan Tertulis, Satu Adalah Pejabat Pemkab Kudus
Adapun 16 santri bergejala dirawat di RSUD Majenang dan RSU Duta Mulya yang memiliki fasilitas memadai sesuai protokol kesehatan.
Mereka pun hanya bergejala ringan dan sedang, yakni kehilangan indra penciuman, demam, dan batuk.
“Yang dirawat di MA maupun RS tiap hari berolahraga, mengkonsumsi makanan bergizi,” ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Minggu (8/11/2020).
Sebelumnya, 1.030 orang meliputi santri, pengasuh, keluarga pengasuh, ustaz, dan keluarga ustaz di lingkungan pesantren El Bayan telah diswab.
Sebanyak 497 orang di antaranya terkonfirmasi Covid-19.
Mereka sempat diisolasi selama 10 hari, sesuai panduan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan diperiksa oleh dokter penanggung jawab.
Tetapi kini kabar baik muncul, semuanya telah dinyatakan sembuh tanpa gejala berat, maupun meninggal dunia.
"Semuanya sudah bisa dinyatakan sembuh,” katanya.
Ketua Ponpes El Bayan, H Firdaus Subky mengungkapkan, kasus Covid-19 teridentifikasi pertama di pesantren pada akhir September 2020.
Sejumlah santri mengalami gejala demam hingga kehilangan indra penciuman.
Serta sebagian lain mengalami batuk ringan.
Pengasuh pesantren kemudian berkoordinasi dengan dinas kesehatan untuk melakukan swab massal.