Berita Semarang

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi Dinyatakan Negatif Covid-19, Masih Pemulihan di RSUP Dr Kariadi

Wali Kota Semarang Hendrar 'Hendi' Prihadi telah dinyatakan negatif Covid-19.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rika irawati
TRIBUN BANYUMAS/EKA YULIANTI FAJLIN
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang Hendrar 'Hendi' Prihadi telah dinyatakan negatif Covid-19. Saat ini, pria yang juga mencalonkan diri sebagai calon wali kota Semarang di pilkada 2020 tersebut masih menjalani masa pemulihan.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Pemenangan Hendi-Ita, Kadarlusman, Selasa (10/11/2020).

Pilus, sapaan akrabnya mengatakan, Hendi telah tekonversi negatif sejak Sabtu (8/11/2020). Meski demikian, calon petahana membutuhkan waktu pemulihan sehingga masih berada di RSUP Dr Kariadi.

"Aktivitasnya di Kariadi ya tidur, tiduran. Setelah negatif, ini mulai pemulihan, olahraga," ujar Pilus.

Baca juga: Wali Kota Semarang Positif Covid-19, Tak Bergejala Tapi Tetap Dirawat di RSUP Dr Kariadi Semarang

Baca juga: Calon Wakil Wali Kota Semarang Gunakan Contoh Surat Suara Agar Warga Paham tentang Kotak Kosong

Baca juga: Cerita Wali Kota Semarang Temui Pasien Covid-19: Yang Penting Semangat untuk Sembuh

Baca juga: Hendi Nyamar Jadi Driver Ojol, Cara Lain Calon Wali Kota Semarang Serap Aspirasi Warga

Dia berharap, Hendi bisa segera kembali beraktivitas seperti biasa. Apalagi, dalam waktu dekat, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menyelenggarakan debat calon wali kota dan wakil wali kota.

Namun, dia tidak akan memaksakan Hendi mengikuti debat apabila kondisi masih belum memungkinkan.

"Kalau memang Mas Hendi belum memungkinkan, kami koordinasi dengan KPU apakah boleh dilakukan wakilnya saja atau didampingi tim," terangnya.

Setelah terjadinya kasus ini, Pilus menegaskan, pola kampanye tidak berubah. Kampanye tetap dilakukan lewat pertemuan terbatas maupun secara daring, sesuai aturan PKPU. Protokol kesehatan juga tetap dilaksanakan secara ketat, di setiap kegiatan kampanye.

Diakuinya, pembatasan jumlah peserta dalam kampanye tatap muka memang menjadi faktor pemicu kelelahan.

Jika sebelum pandemi, tim pemenangan bisa mengumpulkan ribuan orang dalam satu kali kampanye, kini hanya maksimal 50 orang dalam satu kali pertemuan. Sementara, setiap RW menginginkan calon untuk menghadiri acara di kampung masing-masing.

"Mungkin, Mas Hendi terlalu capek. Sekarang setiap RW ngundang. Jadi, butuh tenaga ekstra. Saya beberapa kali juga mewakili Pak Hendi," katanya. (*)

Baca juga: Dipanggil Tak Menjawab, Warga Sidoluhur Kebumen Ternyata Meninggal di Atap saat Perbaiki Listrik

Baca juga: 28 Penerbangan Terganggu Akibat Membludaknya Massa Penjemput Rizieq Shihab di Bandara Soekarno Hatta

Baca juga: Pemkab Banyumas Perketat Lagi Kegiatan Masyarakat: Kasus Covid-19 Naik, Didominasi Klaster Keluarga

Baca juga: Hanya 1 Malam, 2 Rumah Ambruk dan Puluhan Lain Rusak Akibat Hujan Deras Disertai Angin di Blora

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved