Breaking News:

Berita Banyumas

Pemkab Banyumas Perketat Lagi Kegiatan Masyarakat: Kasus Covid-19 Naik, Didominasi Klaster Keluarga

Pemerintah Kabupaten Banyumas (Pemkab) Banyumas, Jawa Tengah, bakal memperketat kembali kegiatan masyarakat.

Editor: rika irawati
TRIBUN BANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Bupati Banyumas, Achmad Husein memberikan keterangan terkait rencana dimulainya KBM tatap muka di Kabupaten Banyumas, Selasa (8/9/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Pemerintah Kabupaten Banyumas (Pemkab) Banyumas, Jawa Tengah, bakal memperketat kembali kegiatan masyarakat. Langkah ini diambil setelah angka kasus Covid-19 di wilayah tersebut meningkat lagi.

"Melihat perkembangan terakhir maka kami harus mengambil kebijakan, inilah saatnya mulai pengetatan kembali, protokol kesehatan harus dijalanakan," kata Bupati Achmad Husein melalui keterangan resmi, Selasa (10/11/2020).

Husein memaparkan, tingkat kesembuhan pasien Covid-19 tergolong baik, mencapai 80,93 persen. Demikian juga mortality rate yang berada di angka 2,94.

"Akan tetapi, di sini, harus ada yang harus dipertimbangan, postivity rate berada di angka 4,23 atau mendekati 5, sehingga setiap hari, ada tambahan yang positif, berkisar 5, 6, 9, kemarin ada 18. Kemudian juga, reproduksi efektif 1,28, (seharusnya) maksimal 1," jelas Husein.

Baca juga: Pemkab Banyumas Batal Izinkan Bioskop Buka Lagi Mulai Pekan Ini, Berikut Alasannya

Baca juga: Alhamdulillah, 668 Pasien Covid-19 di Banyumas Sembuh

Baca juga: Banjir di Kemranjen Banyumas Surut, Tiga Dapur Umum Resmi Ditutup

Baca juga: Sabet Penghargaan Eagle Scout Award 2020, Banyumas Diharapkan Jadi Lumbung Pramuka Garuda

Untuk itu, ia akan segera mengeluarkan surat keputusan (SK) bupati yang mengatur pembatasan kegiatan masyarakat.

"Uji coba belajar di salah satu sekolah kami tutup dulu karena ada yang positif. Pasar Minggon dievaluasi, jam malam akan dievaluasi lagi, dan beberapa evaluasi lain," ujar Husein.

Lebih lanjut, Husein mengatakan, belakangan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 didominasi klaster keluarga.

"Waspada, klaster keluarga mendominasi, di mana kalau ada satu yang terpapar maka seluruh angggota keluarga dalam satu rumah terpapar. Contohnya sudah banyak, tidak perlu disebut satu per satu," kata Husein.

Untuk mengurangi fatalitas, Husein juga meminta masyarakat melindungi komorbid atau orang dengan penyakit pemberat. Antara lain penderita hipertensi, diabetes, asma, dan penyakit dalam lainnya.

"Kalau kami berkomunikasi dengan komorbid, harus memakai masker, di dalam rumah sekalipun. Ini adalah cara bijaksana kita melindungi mereka, toleransi kita kepada mereka dan rasa kasih sayang kita kepada mereka," ujar Husein. (*)

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com dengan judul "Kasus Covid-19 di Banyumas Meningkat, Kegiatan Masyarakat Akan Diperketat".

Baca juga: Hanya 1 Malam, 2 Rumah Ambruk dan Puluhan Lain Rusak Akibat Hujan Deras Disertai Angin di Blora

Baca juga: KABAR DUKA: Anggota DPRD Jawa Tengah yang Juga Mantan Bupati Semarang Siti Fatonah Meninggal Dunia

Baca juga: Warga Kesesi Kabupaten Pekalongan Pelihara 2 Buaya Muara, BKSDA Jateng dan Polisi Turun Tangan

Baca juga: Pemain PSIS Semarang Academy Ridho Syuhada Lolos Garuda Select III, Ini Komentar Pelatih

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved