Berita Kebumen

Menko PMK Muhajir Effendy Klaim Pemerintah Berhasil Tingkatkan Layanan Kesehatan di Tengah Wabah

Menko PMK Muhadjir Effendy mengklaim, pemerintah berhasil memanfaatkan momentum pandemi Covid-19 untuk mempercepat pembangunan pelayanan kesehatan.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengecek fasilitas kesehatan di RS PKU Muhammadiyah Gombong, Kabupaten Kebumen, Selasa (04/11/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengklaim, pemerintah berhasil memanfaatkan momentum pandemi Covid-19 untuk mempercepat pembangunan pelayanan kesehatan nasional.

"Pemerintah telah berhasil mengambil momentum Covid-19 ini untuk hal-hal yang sangat positif," katanya, saat peresmian Gedung Radiotherapi, Kemotherapi, Gedung Isolasi Terpadu Al Mu’min, serta Instalasi Hemodialisa di RS PKU Muhammadiyah Gombong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Selasa (3/11).

Dari momentum Covid-19, pemerintah melakukan terobosan-terobosan untuk mempercepat peningkatan pembangunan fasilitas kesehatan.

Dia pun menjabarkan beberapa indikator keberhasilan peningkatan fasilitas kesehatan di masa pandemi Covid-19 yang telah dilakukan pemerintah.

Baca juga: Ruang Isolasi Rumah Sakit Darurat Covid-19 Pekalongan Penuh, Pasien Satu Keluarga Akan Disatukan

Baca juga: Tak Ingin Muncul Klaster Keluarga, Pemkab Tegal Sediakan Tempat Isolasi Covid-19 di 3 Rumah Sakit

Baca juga: Cerita Pasien Covid-19 di Depok, Sulit Cari Rumah Sakit karena Swab Mandiri

Baca juga: Bupati Sebut Ketersediaan Tempat Tidur Rumah Sakit di Purbalingga Belum Penuhi Standar WHO

Mengenai keberadaan Rumah Sakit (RS) rujukan misalnya, pada April 2020, ketika awal pandemi melanda, hanya ada 429 RS di Indonesia.

Tetapi, pada Oktober 2020, jumlah itu meningkat dua kali lipat menjadi 835 RS rujukan di seluruh Indonesia.

Selain jumlah rumah sakit rujukan bertambah, tempat tidur RS pun semakin banyak. Pada awal pandemi melanda, hanya ada 6.224 tempat tidur rumah sakit.

Sedang di Oktober 2020 ini, jumlah itu telah meningkat tiga kali lipat menjadi 20.386 tempat tidur.

Perangkat dan alat kesehatan ventilator pun bertambah. Dari bulan April 2020, jumlah di seluruh Indonesia hanya sebanyak 1.228 perangkat, per Oktober meningkat tujuh kali lipat menjadi 9.138 perangkat.

Termasuk, fasilitas laboratorium, pada bulan April hanya tersedia 46 laboratorium di Indonesia. Tetapi, saat ini, sudah meningkat sebanyak 337 laboratorium.

Baca juga: Keluarkan Permenkes yang Dituding Untungkan Rekan Sejawatnya, Menkes Terawan Disomasi

Baca juga: 26 Pemain Lolos Seleksi Garuda Select Jilid 3, Bakal Diboyong ke Inggris

Baca juga: Hasil Sementara Pilpres AS, Joe Biden Unggul Jauh dari Petahana Donald Trump

Baca juga: Imam Besar FPI Rizieq Shihab Dijadwalkan Tiba di Indonesia 10 November 2020 Pukul 09.00 WIB

"Jadi, memang ada lompatan-lompatan dan perubahan yang luar biasa drastis. Saya bersama Pak Menkes juga turun terus ke lapangan untuk memastikan, bukan hanya pertambahannya saja yang terjadi tetapi pemerataan juga," ungkapnya.

Ancaman pandemi Covid-19, kata dia, jika dapat dimanfaatkan secara baik, bisa menjadi modal membuat terobosan menuju kemajuan. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved