Teror Virus Corona

Cerita Pasien Covid-19 di Depok, Sulit Cari Rumah Sakit karena Swab Mandiri

Khawatir, pihak kantor memintanya tes swab dengan dibiayai kantor. Hari itu juga, suaminya tes swab di RS Hermina Depok.

Editor: rika irawati
Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi pasien Covid-19 

TRIBUNBANYUMAS.COM, DEPOK – Jumat malam, pada 4 September 2020, Icha dan suaminya pulang dari kantor mereka di Jakarta. Akhir pekan di depan mata, mereka menghabiskan malam lebih santai dengan wara-wiri di Ibu Kota.

Kebetulan, hari itu, mereka tidak berangkat kerja naik kereta rel listrik (KRL) tetapi mengendarai sepeda motor.
Mereka memilih santap malam di bilangan Tebet, Jakarta Selatan. Sesudahnya, baru mereka berboncengan pulang ke rumah di bilangan Cipayung, Depok, Jawa Barat. Perjalanan yang jauh.

"Habis itu, kami berdua merasa enggak enak badan. Kami mikirnya karena habis naik motor jauh, malam-malam pula. Kami pikir, kami masuk angin," ujar Icha kepada Kompas.com, Jumat (18/9/2020).

Ketua KPU Arief Budiman Tak Alami Gejala meski Positif Covid-19

Pulau Jawa dan Bali Bakal Jadi Prioritas Vaksinasi Covid-19 Tahap Awal

Dua Pedagang Meninggal Karena Covid-19, Pasar Kayen Kabupaten Pati Ditutup Selama Tiga Hari

7 Guru SD di Kesugihan Cilacap Positif Covid-19, Berawal Menantu Pulang dari Jakarta

Mereka pun menunda beberapa agenda yang sudah direncanakan untuk akhir pekan. Mereka pilih istirahat total.

Pada 7 September 2020, Icha pulih. Namun, suaminya masih tidak enak badan dan diare. Suaminya minta izin ke kantor untuk absen, dengan alasan sakit.

Khawatir, pihak kantor memintanya tes swab dengan dibiayai kantor. Hari itu juga, suaminya tes swab di RS Hermina Depok.

Ia mesti menunggu lima hari sebelum hasil tesnya keluar pada Jumat pekan lalu. Selama lima hari menunggu hasil tes swab suaminya keluar, Icha yang masih harus berkantor ke Jakarta merawat suaminya seorang diri.

Gejala yang diidap suaminya mulai bertambah secara bertahap, mulai dari demam yang naik-turun, batuk kering, sebelum tak mampu mencium bau dan rasa pada hari keempat.

Mereka juga pisah kamar, saling mengenakan masker saat berinteraksi, dan repot membersihkan segala benda yang disentuh menggunakan desinfektan.

"Kami juga komunikasi lewat video call. Aku merawatnya hanya memakai masker kain, bukan masker medis," ujarnya.

Jumat lalu, hasil tes swab suaminya dirilis rumah sakit. "Ternyata, dia positif Covid-19. Aku syok," ungkap Icha.

Ia tak tahu sama sekali dari mana suaminya tertular virus corona, apakah dari kolega sekantor, atau tertular di kereta, atau tertular olehnya?

Pihak rumah sakit disebut menawarkan dua pilihan. Pilihan pertama, dirawat di rumah sakit tetapi biaya dibebankan kepada pasien.

Pilihan kedua, isolasi mandiri di rumah. Dua pilihan itu tidak ada yang masuk akal, menurut Icha.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved