Breaking News:

Penanganan Corona

Tak Ingin Muncul Klaster Keluarga, Pemkab Tegal Sediakan Tempat Isolasi Covid-19 di 3 Rumah Sakit

Pemkab Tegal menyiapkan tiga rumah sakit sebagai tempat isolasi mandiri warga positif Covid-19 berstatus orang tanpa gejala (OTG).

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Tempat perawatan pasien Covid-19 berstatus tanpa gejala di Rumah Sakit Mitra Siaga, Kabupaten Tegal. Di rumah sakit ini tersedia 23 tempat tidur dan sudah terpakai empat tempat tidur. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SLAWI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal menyiapkan tiga rumah sakit sebagai tempat isolasi mandiri warga positif Covid-19 berstatus orang tanpa gejala (OTG).

Langkah ini diambil untuk menekan angka penyebaran virus corona klaster keluarga.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tegal Hendadi Setiadji mengungkapkan, tiga rumah sakit tersebut adalah RS Harapan Sehat, RSUD Suradadi, dan RS Mitra Siaga.

"Bagi masyarakat yang tidak memungkinkan melakukan isolasi mandiri di rumah, kami menyediakan tiga tempat di rumah sakit ini. Namun, tiga rumah sakit ini hanya menerima yang berstatus OTG, bukan bergejala berat," ujar Hendadi, Senin (12/10/2020).

Baca juga: Tiga Warga Tegal Terpapar Covid-19 saat Bekerja di Hotel di Kota Tegal

Baca juga: Dua Pegawai Dikbud Tegal Terpapar Covid-19

Baca juga: Ingin Bantu Warga, Roemah Makan Rakjat Slawi Tegal Sediakan 100 Porsi Makanan Gratis Setiap Hari

Baca juga: Siswa di Empat SMP di Kota Tegal Sama Sekali Belum Terima Subsidi Kuota

Dijelaskannya di RS Harapan, tersedia 40 tempat tidur bagi OTG. Sedangkan di RSUD Suradadi dan RS Mitra Siaga masing-masing 25 tempat tidur dan 23 tempat tidur.

Menurut Hendadi, saat ini, ketiga rumah sakit tersebut sudah mulai merawat OTG.

"Informasi yang saya dapat terakhir, di RS Harapan Sehat ada sembilan OTG yang dirawat. Sementara di RSUD Suradadi, sempat ada empat orang yang dirawat tapi sudah pulang karena sudah sembuh. Dan di RS Mitra Siaga ada 4 OTG yang sedang melakukan isolasi," jelasnya.

"Intinya, kami memang menawarkan, kalau memang Satgas Jogo Tonggo memungkinkan, dan rumahnya juga mumpuni untuk melakukan isolasi mandiri, ya tidak masalah. Namun, ketika tidak memungkinkan, ya kami sarankan untuk menjalani isolasi di tempat yang sudah saya sebutkan tadi," ungkapnya.

Menurut Hendadi, ruang isolasi bagi pasien OTG terpisah dari pasien lain. Kondisi ini dimaksudkan untuk mencegah penularan dan membuat penghuni, baik pasien Covid-19 maupun pasien lain merasa aman dan nyaman.

"Dari data kami, saat ini, yang sedang melakukan isolasi mandiri di rumah ada 80 orang," jelasnya.

Baca juga: Tak Terima Diputus Cinta, Pemuda Asal Pejagatan Kebumen Ini Unggah Foto dan Video Syur Mantan Pacar

Baca juga: Pengusaha Asal Solo Robby Sumampouw Berpulang: Berjaya di Orde Baru, Dikenal sebagai Raja Judi

Baca juga: Update Kasus Covid-19 di Banyumas Hari Ini: Tertinggi di Purwokerto Selatan, Ada 47 Kasus

Baca juga: Segera ke Inggris dan Swiss, Menlu Retno dan Menteri BUMN Ingin Amankan Pengadaan Vaksin Covid-19

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved