Pilkada Serentak 2020
KPU Kota Semarang: Kampanye Tetap Berjalan Meski Calon Sedang Sakit, Debat Juga Bisa Diwakilkan
Apabila salah satu calon tidak dapat melakukan kampanye, proses ini tetap bisa dijalankan oleh pihak lain yang sudah terdaftar di KPU.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - KPU Kota Semarang memastikan proses kampanye masih tetap berjalan seperti biasa meski calon Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, masih dalam kondisi sakit.
Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom mengatakan, jadwal kampanye tetap berjalan.
Dalam peraturan, pihak yang berkampanye tidak hanya pasangan calon.
Baca juga: Terima Surat PT LIB, Isinya Justru Bikin PSIS Semarang Makin Pusing Tujuh Keliling
Baca juga: Klaster Baru di Kabupaten Semarang, 13 Warga Getasan Positif Covid-19, Tertular Saat Rias Pengantin
Baca juga: Wali Kota Semarang Positif Covid-19, Tak Bergejala Tapi Tetap Dirawat di RSUP Dr Kariadi Semarang
Baca juga: Dokter Tim PSIS Semarang Perkuat Tim Medis Garuda Select Jilid 3 di Bogor
Apabila salah satu calon tidak dapat melakukan kampanye, proses ini tetap bisa dijalankan oleh pihak lain yang sudah terdaftar di KPU.
"Peraturannya sendiri yang berkampanye ada tim kampanye, petugas kampanye, relawan."
"Semua bisa jalan yang penting sudah didaftarkan di KPU," jelas Nanda, sapaan akrabnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (4/12/2020).
Lebih lanjut, Nanda menekankan, KPU Kota Semarang tetap menganjurkan kampanye dilakukan secara daring untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.
Hal ini juga diatur dalam PKPU Nomor 13 Tahun 2020.
Menurutnya, sejauh ini penerapan protokol kesehatan selama kampanye sudah diterapkan secara ketat.
Di sisi lain, pihaknya berencana melaksanakan debat calon pada 18 November dan 2 Desember 2020.
Apabila pasangan calon berhalangan hadir bisa diwakilkan oleh pihak lain.
"Di peraturan sudah jelas kalau salah satu dari pasangan calon berhalangan, bisa diwakilkan."
"Itu ada aturannya," terangnya.
Karena Pilwakot Semarang hanya diikuti pasangan tunggal, sambung Nanda, debat calon lebih menekankan pada penggalian dan penajaman visi misi.
Nantinya, KPU bakal menghadirkan para panelis yang akan menggali dan memberikan pertanyaan terkait visi misi pasangan calon.