Breaking News:

Berita Tegal

Ancang-ancang Naikkan UMK 2021 3 Persen, Pemkot Tegal Masih Tunggu Hasil Rapat Dewan Pengupahan

Pemerintah Kota Tegal berencana menaikkan Upah Minimum Kota (UMK) Tegal 2021 sebesar 3 persen.

TRIBUN BANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi (tengah) menjelaskan adanya tiga klaster aktif penularan virus corona atau Covid-19 dalam konferensi pers, Rabu (7/10/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Pemerintah Kota Tegal berencana menaikkan Upah Minimum Kota (UMK) Tegal 2021 sebesar 3 persen.

Rencana itu menyesuaikan penetapan upah minimum Pronvisi Jawa Tengah yang dipatok 3,27 persen.

Tahun ini, UMK Kota Tegal sebesar Rp 1.925.000.

Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi mengatakan, pihaknya akan menaikkan UMK Kota Tegal di kisaran angka 3 persen.

Baca juga: UMK 2021 Blora Direncanakan Naik Rp 60 Ribu

Baca juga: Apindo Karanganyar Minta UMK 2021 Tidak Naik, Alasannya Kondisi Perusahaan Belum Stabil

Baca juga: Upah Minimun Kabupaten Batang Diusulkan Naik 8 Persen, Bupati Wihaji: Keputusan Nanti di Pemprov

Baca juga: Sesalkan Keputusan Gubernur Naikkan UMP 2021, Apindo Jateng: 85-90% Perusahaan Terdampak Covid-19

Ia mengatakan, selain mengikuti anjuran provinsi, rencana menaikkan UMK juga karena pertumbuhan ekonomi di Kota Tegal sudah bagus.

"Tadi malam (Selasa malam, Red), saya sudah berbicara dengan Disnakerin. Memang, kami akan menaikkan UMK sekitar 3 persen. Mengikuti yang Pak Gubernur anjurkan," kata Jumadi, Rabu (4/11/2020).

Jumadi mengatakan, pihaknya juga sudah menghubungi para pengusaha di Kota Tegal.

Beberapa pengusaha menyampaikan persetujuannya dan menyatakan tidak masalah.

Namun, menurut Jumadi, besaran UMK Kota Tegal yang akan diusulkan ke provinsi tergantung hasil rapat Dewan Pengupahan Kota Tegal.

Rapat dari Dewan Pengupahan Kota Tegal rencananya akan berlangsung, Kamis (5/11/2020) besok.

"Rapat dewan pengupahan besok kamis. Ya, nanti kita lihat hasilnya seperti apa," ungkapnya. (*)

Baca juga: BNNP Amankan Permen Mengandung Ganja Kiriman dari Amerika di Kajen Kabupaten Pekalongan

Baca juga: Hanya 1 Kecamatan Bukan Zona Merah, Ini yang Dilakukan Pemkab Batang Tekan Penyebaran Covid-19

Baca juga: Diduga Dianiaya Majikan saat Bekerja di Singapura, TKW Asal Sukolilo Pati Kini Buta

Baca juga: Wali Kota Semarang Positif Covid-19, Tak Bergejala Tapi Tetap Dirawat di RSUP Dr Kariadi Semarang

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved