Breaking News:

Berita Jateng

BNNP Amankan Permen Mengandung Ganja Kiriman dari Amerika di Kajen Kabupaten Pekalongan

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah mengungkap peredaran narkotika dalam bentuk permen yang dikirim dari Amerika.

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS
Permen mengandung sabu yang dikirim dari Amerika menjadi barang bukti BNNP saat penangkapan HNF (32) di perumahan VIP Nomor 14, Kelurahan Tanjung Kulon, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (26/10/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah mengungkap peredaran narkotika dalam bentuk permen yang dikirim dari Amerika.

Permen asal Amerika itu memiliki jenama Sour Patch Kids dan diduga mengandung ganja.

Sekilas, permen berwarna warni tersebut tak terlihat mengandung narkotika. Apalagi, di kardus kemasannya tertulis kids yang bisa diartikan, permen tersebut diperuntukkan bagi anak-anak.

Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Benny Gunawan mengatakan, kasus peredaran permen mengandung ganja ini diungkap Sabtu(26/10/2020) pekan lalu.

Baca juga: Jepara Masih Jadi Episentrum Narkoba di Jawa Tengah, BNNP: Hasil Penindakan di Tiga Tempat

Baca juga: BNNP Jateng: Pengguna Tembakau Gorilla Terbanyak di Purbalingga Anak Muda Perpenghasilan Besar

Baca juga: Jepara Tertinggi Kasus Narkoba di Jateng, BNNP: Pandemi Covid-19 Berimbas Stres Meningkat

Baca juga: BNNP Jateng Pantau Para Napi Yang Bebas Karena Virus Corona, Terlibat Ditangkap Lagi

Tim gabungan menangkap pelaku berinisial HNF (32) di perumahan VIP Nomor 14, Kelurahan Tanjung Kulon, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, setelah menerima kiriman paket.

"Paket itu berisikan enam ampul cairan mengandung Tetrahidrocannabinol (THC) dan dua bungkus plastik berisi 79 permen yang mengandung THC atau senyawa utama yang ada di dalam tanaman ganja," ujarnya saat konferensi pers di kantor BNNP Jateng, Rabu (4/11/2020).

Menurut Brigjen Benny, HNF mengaku mendapat barang tersebut dari temannya di Amerika. Sebelumnya, HNF juga pernah tinggal di Amerika.

"Pengakuan tersangka, permen itu masih dikonsumsi sendiri. Permen itu belum menyebar ke pasaran," tuturnya.

Dikatakannya, efek dari permen tersebut jika dikonsumsi adalah halusinasi. Memakan permen itu sama saja mengonsumsi ganja.

"Kalau di negara asalnya, kemungkinan permen itu legal diperjualbelikan. Tergantung aturan di masing-masing negara. Bahkan, ganja, sabu, di beberapa negara, bebas dipakai. Namun, di negara kita, tidak bisa," jelasnya.

Brigjen Pol Benny Gunawan mengatakan satu bungkus permen itu dibeli HNF seharga Rp 1,5 juta. Satu bungkus berisi 40 butir permen.

Baca juga: Menko PMK Muhajir Effendy Klaim Pemerintah Berhasil Tingkatkan Layanan Kesehatan di Tengah Wabah

Baca juga: Ratu Felisha Digugat Cerai Suami setelah 4 Tahun Menikah

Baca juga: Diduga Dianiaya Majikan saat Bekerja di Singapura, TKW Asal Sukolilo Pati Kini Buta

Baca juga: Hasil Sementara Pilpres AS, Joe Biden Unggul Jauh dari Petahana Donald Trump

"Kami tidak puas pengungkapan sampai di sini saja. Kami akan melakukan pengungkapan pelaku lain," ujarnya.

Pada kasus tersebut, HNF dijerat Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 UU No 35 tahun 2009 Jo Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 50 Tahun 2018 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika. Tersangka terancam hukuman minimal 5 tahun penjara. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved