Breaking News:

Berita Pati

Diduga Dianiaya Majikan saat Bekerja di Singapura, TKW Asal Sukolilo Pati Kini Buta

Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Pati bernama Sugiyem (49) diduga menjadi korban penganiayaan majikan di Singapura.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/MAZKA HAUZAN NAUFAL
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Pati Tri Hariyama. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI - Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Pati bernama Sugiyem (49) diduga menjadi korban penganiayaan majikan di Singapura.

Kabar ini dibenarkan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Pati, Tri Hariyama.

Tri Hariyama mengatakan, Sugiyem merupakan warga Desa/Kecamatan Sukolilo, Pati.

Akibat penganiayaan itu, Sugiyem mengalami gangguan penglihatan, bahkan buta.

"Berdasarkan informasi yang kami dapatkan dari saudara dekat Sugiyem, saat ini, beliau sudah pulang ke Sukolilo. Informasinya, beliau saat ini cacat mata atau buta," kata Tri Hariyama saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (4/11/2020).

Baca juga: Kisah Holdi, TKI yang Hilang di Hutan Kalimantan Karena Nekat Mudik Jalan Kaki

Baca juga: Merasa Direndahkan Anggota DPRD Blora, TKW Asal Cilacap di Hongkong Bikin Surat Terbuka

Baca juga: BERITA LENGKAP - TKW Dirujuk ke RSUD Banyumas, Pulang dari Hongkong, Bupati Perintahkan Ini

Baca juga: Positif Corona TKW Taiwan Malah Bermain Tiktok di Ruang Isolasi

Mendapati warganya menjadi korban saat menjadi buruh migran, Tri Hariyama mengatakan, Pemkab Pati tak tinggal diam.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan Unit Pelayanan Teknis (UPT) Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Semarang guna menindaklanjuti kasus ini.

"BP2MI sudah meluncurkan surat ke Singapura. Namun, persyaratannya kemarin masih ada yang kurang. Karena Bu Sugiyem mengatakan pada saat kerja di Singapura menyebabkan mata tidak bisa melihat maka perlu visum," ujar dia.

Tri Haryama mengatakan, sambil tetap berkoordinasi dengan UPT BP2MI, pihaknya akan terus berupaya memfasilitasi dan membantu Sugiyem mendapat keadilan atas peristiwa yang dialami. (*)

Baca juga: Bertambah 26 Kasus Covid-19 dalam Sehari, Kabupaten Pekalongan Masih Berstatus Oranye

Baca juga: Petani di Cepu Blora Ditemukan Tewas di Gubuk Sawah, Sebelumnya Mengeluh Sakit di Dada

Baca juga: KABAR DUKA, Dalang Favorit Milenial Ki Seno Nugroho Berpulang

Baca juga: Wali Kota Semarang Positif Covid-19, Tak Bergejala Tapi Tetap Dirawat di RSUP Dr Kariadi Semarang

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved