Berita Banyumas

Beli Tiket Wisata di Banyumas secara Nontunai Lebih Mudah Lewat Aplikasi Mas Basid

Aplikasi Mas Basid adalah gagasan Pemkab Banyumas sebagai upaya memfasilitasi pengunjung membeli tiket tempat wisata secara daring.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM/PERMATA PUTRA SEJATI
Pengunjung Loka Wisata Baturraden menunjukkan aplikasi Mas Basid. 

Jika masih ada wisatawan yang bingung dengan penggunaan Mas Basid, pihak pengelola menyediakan laku pandai untuk membantu memfasilitasi.

"Masyarakat tetap bisa datang ke lokasi, nanti akan dibantu oleh laku pandai atau agen jadi bisa menjadi jembatan untuk pengunjung yang tidak tahu. Pengelola tidak menerima uang cash dan akan diganti dengan barcode," tambahnya.

Endah mengatakan, pandemi Covid-19 ini justru menjadi momentum perubahan kebiasaan dari yang semula transaksi tunai menjadi nontunai.

"Ini ada hikmahnya, sehingga sistem kami jadi running transaksi nontunai di tempat wisata," katanya.

Pandemi ini juga memotivasi untuk menerapkan metode transaksi pembayaran non tunai pada sektor-sektor lain, seperti penerimaan daerah yaitu retribusi dan pajak.

Pada aplikasi Mas Basid, kuota pengunjung wisata dapat dibatasi dan dipantau secara online.

Contohnya, adalah kondisi saat ini, dimana kuota maksimal yang dapat masuk ke Loka Wisata Baturraden hanya 3.000 pengunjung.

"Jadi, jika pengunjung yang masuk sudah 3.000 dan belum ada yang keluar maka akan di stop atau tutup," ujar Kepala UPT Baturraden, Kusmantono.

Menurut Kusmantono selama ini tidak ada kendala yang berarti melayani pengunjung wisata ditengah pandemi Covid-19.

Baca juga: Pemkab Banyumas Bakal Relokasi 8 Rumah di Kawasan Tanah Labil di Grenggeng Karanganyar

Baca juga: DLH dan BPBD Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19 di Kota Solo

Baca juga: Terjaring Operasi Yustisia di Kebumen, Warga Tak Pakai Masker Disanksi Ajak 5 Orang untuk Patuhi 3M

Baca juga: Dituntut Jaksa Hukuman 3 Tahun Penjara Atas Kasus IDI Kacung WHO, Jerinx Emosi

Akan tetapi, memang masih banyak ketakutan berwisata dari para pengunjung karena akan menimbulkan klaster baru.

Sejak dibuka pada 22 Juli 2020, setidaknya sudah ada 2801 pengunduh yang mendaftarkan akunnya.

Pada libur panjang mulai 28 sampai 31 Oktober 2020, total pengunjung sebanyak 8.594 orang.

"Melalui Mas Basid, kami kontrol maksimal 3.000 pengunjung. Dan, rata-rata per hari berada di angka 2.000 wisatawan," ujarnya.

Jam kunjungan juga dibatasi, mulai pukul 08.00 WIB sampai 17.00 WIB. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved