Berita Banyumas
Beli Tiket Wisata di Banyumas secara Nontunai Lebih Mudah Lewat Aplikasi Mas Basid
Aplikasi Mas Basid adalah gagasan Pemkab Banyumas sebagai upaya memfasilitasi pengunjung membeli tiket tempat wisata secara daring.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Rona suka cita hinggap di wajah Wanto (28), warga Desa Adisara, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, yang dapat mengajak istrinya berlibur di Loka Wisata Baturraden.
Sudah sembilan bulan semenjak Pandemi Covid-19, rasa takut berwisata menghantuinya.
Maksud hati ingin berlibur tapi sering muncul rasa cemas dan khawatir terjadi penularan virus corona di tempat wisata.
Disisi lain, tidak dimungkiri, rutinitas kerja membuatnya jenuh dan bosan.
Wanto akhirnya mengajak istrinya berlibur ke Loka Wisata Baturraden saat libur panjang memperingati Maulud Nabi dan cuti bersama, akhir pekan lalu.
Tak lupa, dia mengunduh aplikasi Mas Basid yang membuat dia merasa aman dan terbantu.
Baca juga: Loka Wisata Baturraden Dipadati Wisatawan Sejak Kamis, Pengunjung Wajib Pakai Masker
Baca juga: Capai 40.219 Wisatawan Selama Musim Libur Panjang, Ini Objek Wisata Favorit di Kabupaten Semarang
Baca juga: Libur Panjang, Ini Hasil Pantauan Dinporapar di Tempat Wisata Kabupaten Purbalingga
Baca juga: 1 November 2020, Seluruh Tempat Wisata Dibuka Lagi di Kota Tegal, Termasuk Hiburan Malam
Aplikasi Mas Basid atau 'Banyumas Bebas Covid' adalah gagasan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas sebagai upaya memfasilitasi pengunjung melakukan pendaftaran dan pembayaran wisata secara online.
"Kalau menggunakan aplikasi ini, segala macam transaksi dilakukan secara online. Mulai dari pendaftaran dan pembayarannya dilakukan secara nontunai sehingga meminimalkan bersentuhan dengan uang dan terpapar Covid-19," ucap Wanto kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (3/11/2020).
Menurutnya, alikasi Mas Basid (Banyumas Bebas Covid) dapat diunduh di playstore.
Ketika sudah mendaftar di Mas Basid, warga dapat mendaftarkan diri secara online jika akan berwisata di Banyumas.
Lalu, membayar melalui transfer bank, OVO, atau sistem pembayaran elektronik lain yang tersedia.
Kepala Bidang E-Goverment Dinas Komunikasi dan Informasi (Dinkominfo) Kabupaten Banyumas, Endah Sulistyawati mengatakan, ide awal pembuatan aplikasi Mas Basid adalah keinginan Bupati Achmad Husein memantau Covid-19 di Banyumas.
Awalnya, platform tersebut digunakan untuk memantau penerapan protokol kesehatan di beberapa tempat, semisal masjid dan pasar modern.
Kemudian, tantangan muncul ketika bupati memperbolehkan wisata dibuka dengan syarat transaksi pembayaran harus dilakukan secara nontunai.
"Kesulitannya adalah menyiapkan transaksi pembayaran nontunainya karena harus cashless. Untuk menciptakan transaksi nontunai ini kami perlu melibatkan beberapa pihak, semisal Kominfo, Bank Jateng, dan Badan Keuangan Daerah," jelasnya.
Baca juga: Masuk ke Sumur 16 Meter, Petugas Damkar dan Kebencanaan Salatiga Berhasil Selamatkan Kucing Warga
Baca juga: Sah, Sherina Munaf Resmi Jadi Istri Baskara Mahendra
Baca juga: Beasiswa bagi Siswa Kurang Mampu, Lazisnu Blora Biayai Sekolah hingga Beri HP untuk Belajar Daring
Baca juga: Dilahirkan di RS Pura Ibunda Samirono Sleman, Warga Liverpool Ini Cari Ibu Kandung asal Indonesia