Penanganan Corona

DLH dan BPBD Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19 di Kota Solo

Dua kantor pemerintahan di Kota Solo menjadi klaster baru penyebaran virus Covid-19 di wilayah tersebut.

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: rika irawati
Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi pencegahan corona 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SOLO - Dua kantor pemerintahan di Kota Solo menjadi klaster baru penyebaran virus Covid-19 di wilayah tersebut.

Dua kantor tersebut adalah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD).

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (3/11/2020).

Menurut Ning, panggilan akrabnya, adanya kasus pada DLH bermula dari seorang karyawan yang memeriksakan diri ke puskesmas.

"Pihak puskesmas curiga, kemudian ada jadwal swab langsung, diikutkan. Ternyata hasilnya positif," ucapnya.

Baca juga: Lagi, 1 Pejabat di Pemkab Banyumas Positif Covid-19 Diduga Tertular dari Suami

Baca juga: Terjaring Operasi Yustisia di Kebumen, Warga Tak Pakai Masker Disanksi Ajak 5 Orang untuk Patuhi 3M

Baca juga: Tidak Segera Ditangani Petugas Medis, Warga Jebres Solo Meninggal Saat Jalani Karantina Mandiri

Baca juga: Jelang Debat Pilwakot Solo, FX Hadi Rudyatmo Beri Wejangan Ini Kepada Gibran-Teguh

Setelah itu, Dinkes Solo melakukan tracing. Dari hasil tracing itu, bertambah jadi 2 orang.

"Kemudian, kami lanjut lagi (tracing, red) tambah lagi 4. Hingga total semua tujuh orang yang terkonfirmasi positif Covid-19," tuturnya.

Menurutnya, kasus itu sudah ternotifikasi pada Selasa (30/10/2020).

"Jadi, Rabu-Jumat kan kita libur. Kami sudah koordinasi dengan kepala DLH. Pada hari Selasa itu sudah kami semprot disinfektan," ucapnya.

Sehingga, menurut dia, Senin (2/11/2020) kemarin, kantor DLH sudah bisa dibuka dan pegawai masuk kerja seperti biasa.

"Itu kan sudah putus ya. Setelah Rabu kan tidak aktivitas dengan teman-teman di kantor," ungkapnya.

Sementara, untuk klaster BPBD, Ning, panggilan akrabnya, menyampaikan, sebenarnya indeks kasus ada di luar Kota Solo.

"Di kabupaten sebelah. Kemudian, istrinya ini kebetulan bekerja di BPBD Kota Solo. Kami tracing temannya di kantor, karena istrinya ini positif dan bertambah 3. Jadi, totalnya 4 orang," ucapnya.

Baca juga: Resmi Berlaku, Berikut Pasal-pasal dalam UU Cipta Kerja yang Dinilai Bermasalah dan Kontroversial

Baca juga: Dituntut Jaksa Hukuman 3 Tahun Penjara Atas Kasus IDI Kacung WHO, Jerinx Emosi

Baca juga: Hore, 745.415 Guru dan Dosen Non-PNS di Bawah Kemenag Juga Dapat Subsidi Gaji

Baca juga: UMK 2021 Blora Direncanakan Naik Rp 60 Ribu

Dia menyampaikan, untuk kasus di DLH 3 orang merupakan warga Solo.

"Untuk yang BPBD, Solo 1 orang," ujarnya. 

Bersama kita lawan virus corona.

Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 3M (memakai masker, rajin mencuci tangan menggunakan sabun, dan selalu menjaga jarak). (*)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved