Berita Semarang
Mulai Menimbulkan Bau Menyengat, Bunga Bangkai Suweg Tumbuh di Ponolopo Mijen Kota Semarang
Bunga Bangkai Suweg tumbuh di dekat kandang ayam milik warga di RT 05 RW 08 Kelurahan Ponolopo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Bunga Bangkai Suweg tumbuh di dekat kandang ayam milik warga di RT 05 RW 08 Kelurahan Ponolopo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang. Tumbuhan tersebut pertama kali ditemukan tiga hari lalu.
Meski belum mekar sempurna, tumbuhan bernama latin Amorphophallus paeoniifolius itu sudah mulai menimbulkan bau menyengat.
Bahkan, tumbuhan yang kini memiliki tinggi dan garis tengah sekira 30 sentimeter tersebut mulai dikerubuti lalat.
Warga Ponolopo, Roziqin (27), menuturkan, tumbuhnya bunga bangkai di kebun miliknya tak membuat warga kaget.
Baca juga: Lurah dan 5 Staf Kelurahan Manyaran Kota Semarang Positif Covid-19, Pelayanan Diambil Alih Kecamatan
Baca juga: Tak Pakai Masker, 4 Wisatawan di Kota Lama Semarang Reaktif Covid-19
Baca juga: 5 Bioskop di Kota Semarang Boleh Buka Lagi di Tengah Pandemi Covid-19, Ini Daftarnya
Baca juga: Berwisata Sambil Petik Buah dan Sayur? Agrowisata Purwosari di Mijen Kota Semarang Bisa Jadi Pilihan
Pasalnya, bunga tersebut selalu tumbuh setiap tahun pada bulan November atau menjelang musim penghujan.
"Bunga bangkai selalu tumbuh di kebun milik saya, sudah sejak tahun 2003," paparnya kepada Tribunbanyumas.com.
Dia menyebut, tumbuhnya bunga bangkai di kebunnya selalu bergeser sekian meter dari letak bunga di tahun sebelumnya.
Tahun ini, bunga bangkai tumbuh agak ke timur, dekat kandang ayam.
"Kalau tahun kemarin, agak ke selatan atau berjarak 3 meter dari posisi bunga yang sekarang," ungkapnya.
Dia menjelaskan, setiap tumbuh bunga bangkai, baunya memang menyengat seperti bau mayat atau bau bangkai hewan.
Menurutnya, bau bunga tersebut bisa tercium hingga satu kampung, selama satu pekan.
"Untuk saat ini, belum terlalu mekar jadi belum terlalu berbau. Paling, tiga hari lagi mulai bau menyengat," terangnya.
Meski tumbuh hanya setahun sekali, Roziqin tidak memberikan perlakuan khusus terhadap tumbuhan tersebut.
Baca juga: 4 Hari di RS karena Positif Covid-19, Staf KPU Purbalingga Boleh Pulang dan Jalani Isolasi di Rumah
Baca juga: Hari Pertama Keberangkatan Umrah dari Indonesia Didominasi Pemilik Agen Travel
Baca juga: Dokter Beli Lampu Aladin Rp 4,8 Miliar, Sadar Jadi Korban Penipuan setelah Dilaran Menggosok Lampu
Baca juga: Pendakian Gunung Andong Masih Uji Coba, Jumlah Pendaki Dibatasi 100 Orang Per Hari
Menurutnya, bungai bangkai suweg akan mati setelah mekar sempurna.
"Sewaktu mekar itulah, banyak warga yang melihat untuk foto-foto," ujarnya.
Warga lain, Alim, menjelaskan, bunga bangkai suweg di Kelurahan Ponolopo hanya tumbuh satu saja, yakni di sebelah kandang ayam.
Dia mengaku senang bisa melihat tanaman itu lantaran dapat menjadi sarana edukasi bagi remaja atau pelajar yang melihatnya.
"Jenis suweg memang tidak dilindungi namun jadi tontonan warga agar bisa melihat bunga bangkai secara langsung," jelasnya. (*)