Berita Haji dan Umrah
Hari Pertama Keberangkatan Umrah dari Indonesia Didominasi Pemilik Agen Travel
"Hari pertama, ada sekitar 100 orang gagal berangkat karena PCR-nya positif. Lalu, ada juga yang PCR-nya negatif tapi visanya telat keluar," katanya.
TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Budijanto Ardiansjah mengatakan, sebanyak 100 jemaah asal Indonesia gagal berangkat pada hari pertama pembukaan perjalanan umrah, Minggu (1/11/2020).
"Hari pertama kemarin, ada sekitar 100 orang gagal berangkat karena ada yang PCR-nya positif. Lalu, ada juga yang PCR-nya negatif tapi visanya telat keluar," kata Budijanto saat dihubungi Kompas.com, Senin (2/11/2020).
Ia menilai, hal ini wajar terjadi karena merupakan keberangkatan kloter pertama jemaah umrah di masa pandemi Covid-19.
Budi mengingatkan agar calon jemaah umrah berikutnya dapat mempersiapkan waktu untuk kelengkapan dokumen persyaratan keberangkatan.
Baca juga: Saudi Batasi Usia Jemaah Umrah 18-50 Tahun, Keberangkatan 33 Ribu Jemaah Indonesi Tertunda
Baca juga: Saudi Buka Layanan Umrah bagi Warga Luar Negeri Mulai 1 November, Daftar Negara Bakal Dirili
Baca juga: Mengintip Pelaksanaan Ibadah Haji di Tengah Pandemi Covid-19, soal Kerikil Jumrah dan Air Zam-zam
"Harus siap dalam hal waktu. Karena itu, calon jemaah harus siap waktu yang lebih lama. Karena itu, tadi pertama, harus nunggu hasil PCR, kan itu 72 jam sebelum berangkat," ujarnya.
"Nah, kalau PCR-nya negatif kan bisa berangkat, kalau tidak? Ya, harus dikarantina lagi dan sebagainya," kata Budijanto.
Sebelumnya, akses keluar masuk wilayah Arab Saudi bagi jemaah umrah ditutup sejak akhir Februari 2020 akibat pandemi.
Oleh karena itu, masyarakat Indonesia kini bisa kembali melaksanakan ibadah umrah di Arab Saudi.
Sementara itu, Kepala Bidang Umrah Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Zaky Anshary mengatakan, jemaah umrah yang berangkat dari Indonesia pada pembukaan umrah pertama, Minggu (1/11/2020) didominasi pemilik travel agent.
Menurut data yang ia miliki, total jemaah asal Indonesia ada 317 orang dengan mayoritasnya adalah pemilik travel agent.
"Data terakhir yang terdata berada di pesawat 317, mayoritas owner travel yang akan cek dan melihat langsung kondisi bagaimana umrah masa pandemi berikut regulasi dan tantangannya," kata Zaky saat dihubungi Kompas.com, Senin (2/11/2020). (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Asosiasi Pariwisata: Sekitar 100 Jemaah Gagal Berangkat Hari Pertama Umrah".
Baca juga: Dokter Beli Lampu Aladin Rp 4,8 Miliar, Sadar Jadi Korban Penipuan setelah Dilaran Menggosok Lampu
Baca juga: Lurah dan 5 Staf Kelurahan Manyaran Kota Semarang Positif Covid-19, Pelayanan Diambil Alih Kecamatan
Baca juga: Tower SUTET di Tersono Batang Ambruk, Dua Petani Terluka
Baca juga: Buruh Ancam Demo Lagi 9-10 November di 24 Provinsi, Tuntut Kenaikan UMP dan Tolak UU Cipta Kerja
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/ibadah-haji-di-tengah-pandemi-corona.jpg)