Breaking News:

Berita Haji dan Umrah

Saudi Batasi Usia Jemaah Umrah 18-50 Tahun, Keberangkatan 33 Ribu Jemaah Indonesi Tertunda

Pemerintah Arab Saudi berencana menerima kedatangan jemaah umrah dari luar negaranya mulai 1 November 2020. Namun usianya dibatasi, hanya 18-50 tahun.

AP/STR
Ratusan jemaah Muslim mengelilingi Kabah, bangunan berbentuk kubus di Masjid Al Haram, sembari menerapkan jaga jarak sosial untuk melindungi diri dari virus corona, di kota suci Muslim di Mekkah, Arab Saudi, Rabu, 29 Juli, 2020. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Sejak menutup umrah pada 27 Februari lalu, Pemerintah Arab Saudi berencana menerima kedatangan jemaah umrah dari luar negaranya, mulai 1 November 2020.

Namun, Arab Saudi memberlakukan kriteria usia, 18–50 tahun.

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Arfi Hatim mengatakan, total ada 59.757 jemaah umrah Indonesia yang sudah mendapatkan nomor registrasi namun tertunda berangkat oleh kebijakan Saudi karena pandemi Covid-19.

Mereka telah mendaftar di Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan sudah diinput dalam Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh).

Baca juga: Saudi Buka Layanan Umrah bagi Warga Luar Negeri Mulai 1 November, Daftar Negara Bakal Dirili

Baca juga: Mengintip Pelaksanaan Ibadah Haji di Tengah Pandemi Covid-19, soal Kerikil Jumrah dan Air Zam-zam

Baca juga: Arab Saudi Tangguhkan Vira Umrah, 1.000 Pedagang di Purwokerto Antusias Ikuti Undian ke Tanah Suci

Baca juga: Pastikan Calon Jemaah Umrah Tak Dipungut Biaya Tambahan, Ganjar Minta Kanwil Kemenag Jateng Aktif

Dari jumlah itu, sebanyak 2.601 (4%) berusia di bawah 18 tahun dan 30.828 (52%) jemaah berusia di atas 50 tahun.

"Ada 26.328 jemaah atau 44% dari mereka yang sudah mendapat nomor registrasi, berusia 18 sampai 50 tahun. Mereka masuk dalam kriteria yang dipersyaratkan Saudi untuk berangkat umrah di masa pandemi ini," terang Arfi dalam keterangan persnya, Kamis (29/10/2020).

Untuk jemaah yang memenuhi kriteria usia tersebut, kata Arfi, sebanyak 21.418 orang sudah mendapatkan nomor porsi. Mereka adalah jemaah yang sudah melakukan pembayaran.

"Dari 21.418 jemaah, sebanyak 9.509 orang bahkan sudah lunas, sudah mendapat visa dan tiket keberangkatan saat terbitnya kebijakan penutupan oleh Saudi pada 27 Februari 2020," lanjutnya.

Arfi mengatakan, jemaah yang tertunda keberangkatan dan memenuhi kriteria persyaratan akan diutamakan untuk berangkat jika Saudi memberi izin kepada Indonesia.

Selain usia, ada sejumlah persyaratan lain yang juga harus dipenuhi, termasuk di antaranya adalah penerapan protokol kesehatan.

"Kami tengah memfinalkan rancangan Keputusan Menteri Agama atau KMA Penyelenggaraan Umrah di Masa Pandemi. Di situ mengatur juga persyaratan jemaah umrah. Tentu, kami memperhatikan ketentuan Arab Saudi, termasuk juga ketentuan yang ditetapkan Kemenkes, Kemenkum HAM, Kemenhub, dan Satgas Covid-19 RI," jelasnya.

Baca juga: BREAKING NEWS: PT LIB Pastikan Lanjutan Liga 1 Tak Digelar di 2020

Baca juga: Istri Pendiri Pabrik Rokok Gudang Garam Tutup Usia: Miliarder Terkaya Ketiga di Indonesia

Baca juga: Tidak Perlu Repot Ikut Sidang, Kini Bayar Tilang Bisa Secara Online. Begini Prosedurnya

Baca juga: 1 Staf KPU Purbalingga bagian Keamanan Positif Covid-19, Dijemput dan Diisolasi di RS Banyumas

Kemenag meminta jemaah yang sudah mendaftar namun belum memenuhi syarat keberangkatan untuk bersabar, menunda keberangkatannya hingga pandemi berakhir. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 26 Ribu Jemaah Umrah Indonesia Tertunda Penuhi Syarat Usia.

Editor: rika irawati
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved