Breaking News:

Pelaksanaan Ibadah Haji

Mengintip Pelaksanaan Ibadah Haji di Tengah Pandemi Covid-19, soal Kerikil Jumrah dan Air Zam-zam

Mengintip Pelaksanaan Ibadah Haji di Tengah Pandemi Covid-19, soal Kerikil Jumrah dan Air Zam-zam

Editor: yayan isro roziki
Ganoo Essa/REUTERS
Petugas kebersihan dengan peralatan lengkap sedang membersihkan area Kakbah di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, Selasa (3/3/2020) - Pemerintah Arab Saudi tetap menggelar ibadah haji pada tahun 2020 di tengah kepungan pandemi Covid-19. Tentu pelaksanaan ibadah haji tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya, di mana tahun ini ibadah dilaksanakan dengan protokol yang ketat. Di antaranya soal sterilisasi kerikil untuk melempar jumrah dan larangan meminum air zam-zam secara langsung. 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Sejumlah besar negara di dunia, termasuk Indonesia, membatalkan keberangkatan calon jamaah haji pada tahun 2020, dampak pandemi corona.

Meski demikian, pemerintah Arab Saudi tetap menyelenggarakan pelaksanaan ibadah haji pada tahun ini secara terbatas dan dengan protokol ketat.

Di antaranya soal sterilisasi kerikil untuk melempar jumrah dan tak diperbolehkannya meminum air zam-zam secara langsung.

Seperti Indonesia, Negara-negara Ini Juga Batalkan Pelaksanaan Ibadah Haji 2020

Indonesia Lewati 100.000 Kasus Covid-19, Tertinggi di Asia Tenggara, Epidemiolog Desak WFH Kembali

Soal Masker, Anies Baswedan: Seperti Mengatakan Saya Tidak Peduli dengan Keselamatan Anda

Kandang Sapi Kurban Jokowi Dilapisi Karpet Jutaan Rupiah agar Tidur Nyenyak, saat Malam Dijaga

Pandemi Covid-19 membuat Musim Haji 2020 yang dimulai sejak Selasa (28/7/2020) berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Jumlah jemaah dibatasi hanya 1.000 orang karena kebijakan yang diberlakukan Kerajan Arab Saudi.

Padahal setiap tahun dua kota suci, Mekah dan Madinah setidaknya menampung sebanyak 2 juta jemaah.

Jemaah dari luar negeri juga tidak diizinkan, sehingga sekitar 70 persen total jemaah berasal dari warga asing yang sudah berada di Arab Saudi.

Adapun yang terpilih untuk bisa menjalani ibadah Haji berusia antara 20 hingga 50 tahun.

Menurut laporan AFP via BBC, para jemaah ini harus menjalani sejumlah protokol kesehatan yang ketat. 

Mereka wajib menjalani pemeriksaan suhu tubuh dan tes Covid-19 ketika sampai di Mekah, akhir pekan lalu.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved