Selasa, 2 Juni 2026

Berita Internasional

Perancis Resmi Akui Negara Palestina di KTT PBB, Amerika Serikat dan Israel Absen

Keputusan itu langsung mendapat sambutan dari Otoritas Palestina yang menyebutnya “bersejarah dan berani”.

Tayang:
Editor: Rustam Aji
wartakota/The Financial Express
Presiden Perancis Emmanuel Macron 

TRIBUNBANYUMAS.COM, NEW YORK – KTT Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, Senin (22/9/2025) waktu setempat, menjadi saksi akan Presiden Perancis Emmanuel Macron, yang mengakui Negara Palestina.

Pernyataan Macron sudah lama didengung-dengungkan.

Dan, Macron memberikan bukti dengan menyatakan secara resmi mengakui negara Palestina.

Langkah bersejarah itu disampaikan Macron di hadapan para pemimpin dunia, meski tanpa kehadiran Israel dan sekutunya, Amerika Serikat (AS).

Menurutnya, dalam pidatonya, “Waktunya untuk perdamaian telah tiba, karena kita hanya beberapa saat lagi tidak dapat meraihnya lagi,” ujar Macron dalam pidatonya di markas besar PBB. 

Di KTT PBB itu, Macron menegaskan pentingnya menghentikan perang di Gaza, sekaligus menyerukan pembebasan 48 sandera yang masih ditahan oleh Hamas, serta penghentian pembantaian, dan pengungsian..

Ucapan Macron disambut tepuk tangan delegasi Palestina.

Meski begitu, Macron menambahkan, Perancis tidak akan membuka kedutaan besar untuk Palestina sampai gencatan senjata ditegakkan dan semua sandera dibebaskan. 

Keputusan itu langsung mendapat sambutan dari Otoritas Palestina yang menyebutnya “bersejarah dan berani”.

Selain Perancis, sejumlah negara Barat lain seperti Australia, Inggris, Kanada, dan Portugal telah lebih dulu mengumumkan pengakuan terhadap Palestina.

Baca juga: Sambut Umumkan Perancis Akui Negara Palestina, 21 Balai Kota di Perancis Kibarkan Bendera Palestina

Menyusul kemudian Monako, Belgia, Andorra, Malta, dan Luksemburg, sehingga saat ini sekitar tiga perempat anggota PBB telah mengakui Palestina.

Pengakuan Perancis atas Negara Palestina sontak membuat Pemerintah Israel murka.

Israel menolak keras langkah tersebut.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan, tidak akan pernah mengizinkan terbentuknya negara Palestina.

Beberapa anggota kabinet sayap kanan bahkan mengancam akan mencaplok Tepi Barat.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved