Teror Virus Corona

Indonesia Lewati 100.000 Kasus Covid-19, Tertinggi di Asia Tenggara, Epidemiolog Desak WFH Kembali

Indonesia Lewati 100.000 Kasus Covid-19, Tertinggi di Asia Tenggara, Epidemiolog Desak WFH Kembali

KOMPAS.COM/Shutterstock
Ilustrasi virus corona yang merebak di Indonesia - Kini kasus Covid-19 di Indonesia melewati angka 100.000 kasus terinfeksi virus corona. Ini menempatkan Indonesia menjadi negara dengan kasus Covid-19 tertinggi di Asia Tenggara dan Asia Timur. Epidemiolog pun mendesak pemerintah kembali menerapkan WFHm guna menghindari penyebaran lebih masif. 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Per Senin (27/7/2020), terdapat penambahan 1.525 kasus baru positif Covid-19 di Tanah Air.

Hal ini membuat angka kasus infeksi Covid-19 di Indonesia menembus 100.303 kasus.

Jumlah kasus yang melewati angka 100.000 kasus tersebut, membuat Indonesia menjadi negara tertinggi di Asia Timur dan Asia Tenggara dengan kasus positif infeksi corona terbanyak.

Epideiolog mendesak, kembali diberlakukannnya work from home ( WFH), karena munculnya klaster baru: perkantoran.

Begini Syarat Penerapan New Normal Menurut WHO dan Bappenas, Daerah Mana Sudah Siap?

Kakek 63 Tahun Meninggal saat Gowes di Madiun, Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Angka Kematian Capai 10-20 Per Hari, DPRD Jateng Dorong Tes Massal Deteksi Covid-19

Depresi Di-PHK karena Corona Rendy Bunuh Anak-Istrinya, Pelaku 2 Kali Gagal Gantung Diri

Selain kasus infeksi mencapai 100.303, Indonesia juga memiliki angka kematian Covid-19 sebanyak 4.838 kasus.

Jawa Timur masih menjadi provinsi dengan kasus tertinggi, disusul DKI Jakarta dan Sulawesi Selatan.

Sementara itu, sejumlah wilayah seperti DKI Jakarta dan Jawa Timur yang sebelumnya mengalami penurunan kasus, kini kembali meninggi karena munculnya klaster- klaster baru.

Dalam beberapa hari terakhir, klaster perkantoran menyumbang angka kasus infeksi tertinggi di Indonesia.

Kaji ulang pembukaan kantor

Epidemiolog Griffith University, Dicky Budiman, mengingatkan pemerintah perlu mengkaji ulang pembukaan kantor di sektor non-esensial.

Menurutnya, kantor di sektor non-esensial sebaiknya ditutup dan menerapkan kembali work from home ( WFH) sampai akhir tahun, termasuk sektor pendidikan.

"Kantor dan sekolah harus ditutup sampai akhir tahun."

"Tak ada pilihan lain buat Indonesia, kecuali mau membuat risiko terjadinya lonjakan besar kasus infeksi dan kematian," kata Dicky saat dihubungi Kompas.com, Senin (27/7/2020).

Dicky juga memberikan catatan, penutupan kantor non-esensial dan sekolah harus dilakukan secara serentak dengan kedisiplinan penuh dari masyarakat.

Sebab, Indonesia tak mungkin menerapkan kembali penguncian atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berdampak besar pada ekonomi negara.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Berita Terkait :#Teror Virus Corona
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved