Breaking News:

Berita Jawa Tengah

Kisah Santri Cirebon Rintis Perusahaan Dedy Jaya Group di Brebes: Jadi Kondektur Hingga Jual Bambu

Sabda Nabi Muhammad SAW berbunyi "Allahuma barik ummati ummati fi bukuriha", maknanya bangunlah di pagi hari. Itu yang dinilai sebagai kunci sukses.

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Dr (HC) H Muhadi Setiabudi (61), pemilik usaha Dedy Jaya Group di Brebes, Jawa Tengah. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BREBES - Masyarakat di Brebes dan Tegal Raya tentu tidak asing dengan armada Perusahaan Otobus (PO) bernama Dedy Jaya.

Hampir setiap jam armada bus Dedy Jaya melintas di sepanjang Jalan Pantura dengan tujuan akhir Ibu Kota Jakarta.

Perusahaan otobus tersebut menjadi satu unit bisnis di Perusahaan Dedy Jaya Group milik Dr (HC) H Muhadi Setiabudi (61).

Baca juga: Gegerkan Warga Brebes, Sesok Mayat Berkaus Biru dan Celana Pendek Hitam Ditemukan di Saluran Irigasi

Baca juga: Warisan Budaya Tak Benda, Begini Sejarah Telur Asin Brebes: Awal dari Warga Tionghoa Bertahan Hidup

Baca juga: Memprihatinkan, Angka Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir di Brebes Hampir 600 Kasus dalam 2 Tahun

Dia adalah seorang pengusaha asal Brebes, Jawa Tegah, yang merintis usahanya dari nol.

Muhadi juga membangun beberapa rumah sakit yang tersebar di Brebes, Tegal, dan Pemalang.

Selain itu, mendirikan sebuah perguruan tinggi bernama Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) di Brebes.

Namun siapa sangka, sosok pengusaha sukses tersebut adalah santri alumni Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat.

CEO Dedy Jaya Group, Muhadi Setiabudi mengatakan, ia lulus dari Ponpes Babakan Ciwaringin pada 1975.

Selama di pondok, pendidikannya adalah mengaji kitab kuning di Madrasah Al Hikamus Salafiyah (MHS).

Menurut Muhadi, banyak kenangan saat mondok atau nyantri yang masih lekat diingatannya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved