Breaking News:

Penanganan Corona

Mulai Hari Ini, Tak Pakai Masker saat Terjaring Razia di Karanganyar Didenda Rp 20 Ribu

Dalam razia selama satu jam itu terjaring 19 orang pelanggar. Dari jumlah tersebut, ada 15 orang yang bersedia membayar sanksi denda Rp 20 ribu.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/AGUS ISWADI
Razia masker dengan menerapkan sanksi denda Rp 20 ribu di barat Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (5/10/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menggelar operasi penegakan disiplin protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dan mulai menerapkan sanksi denda Rp 20 ribu kepada pelanggar. Operasi digelar di sepanjang Jalan Lawu, tepatnya di barat Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (5/10/2020).

Dalam razia selama satu jam itu terjaring 19 orang pelanggar. Dari jumlah tersebut, ada 15 orang yang bersedia membayar sanksi denda Rp 20 ribu sesuai Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 84 Tahun 2020.

Namun, empat orang lainnya keberatan membayar sanksi denda ketika terjaring razia. Razia itu melibatkan tim gabungan baik dari Satpol PP, TNI-Polri, Dishub dan relawan.

Kepala Satpol PP Karanganyar Yophy Eko Jati Wibowo menyampaikan, penerapan sanksi denda Rp 20 ribu bagi masyarakat yang tidak memakai masker dimulai hari ini.

Evaluasi Sepekan Razia Protokol Kesehatan, Pelanggar Mayoritas Justru Warga Luar Kota Tegal

Tak Hanya Denda Rp 50 Ribu, Warga yang Terjaring Razia Masker di Banyumas Juga Disanksi Nyapu Jalan

Pria Ini Dua Kali Pamerkan Kartu Anggota Peradi, Ngaku Pengacara Seusai Terjaring Razia Masker

Sesuai aturan, uang denda Rp 20 ribu itu diganti dua buah masker. Operasi ini dilakukan guna mengedukasi masyarakat supaya menerapkan protokol kesehatan guna mencegah potensi penyebaran virus Covid-19.

"Ini, kami perdana menerapkan denda, kami tidak kaku. Jadi, fleksibel, melihat kondisi para pelanggar. Harapannya, masyarakat itu ke depan sadar, masker itu kebutuhan. Kami lebih ke persuasif dan edukasi," katanya di sela kegiatan.

Menurut Yophy, empat warga yang tak membayar denda itu beralasan tak memiliki uang.

Sebagai ganti, mereka diberikan pilihan menerima sanksi berupa push up, menyanyikan lagu kebangsaan, atau melafalkan teks pancasila.

"Alasannya tidak punya uang, mereka ditawari push up dan lainnya. Mereka memilih melafalkan teks pancasila," terangnya.

Dia menjelaskan, uang denda itu diberikan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar untuk nantinya dimasukan ke kas daerah. Sedangkan masker bagi pelanggar protokol kesehatan disediakan BPBD Karanganyar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved