Breaking News:

Berita Nasional

Pria Ini Dua Kali Pamerkan Kartu Anggota Peradi, Ngaku Pengacara Seusai Terjaring Razia Masker

RT yang mengaku sebagai seorang pengacara terus mendebat Wali Kota Malang Sutiaji yang ketika itu melihat pelaksanaan penindakan.

KOMPAS.COM/ANDI HARTIK
Hakim saat mengadili seorang warga yang melanggar protokol kesehatan Covid-19 di Balai Kota Malang, Rabu (16/9/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, MALANG - Seorang oknum yang mengklaim dirinya pengacara enggan membayar denda seusai terjaring tidak menggunakan masker di Kota Malang, Rabu (16/9/2020).

Pria yang mengaku pengacara secara menolak didenda.

Bukannya uang denda, pria itu justru juga keluarkan kartu Peradi.

Warga berinisial RT ini mengaku tidak memakai masker karena berkendara seorang diri di dalam mobil.

Masterplan KIT Batang Belum Juga Selesai, Bupati Wihaji: Pekan Depan Harus Mulai Action

PAD Kabupaten Purbalingga Sektor Pajak Dikurangi Rp 1,4 Miliar

Emiliano Martinez Kini Jadi Kiper Aston Villa, Harga Transfer Rp 306 Miliar dari Arsenal

Dieng Culture Festival Mulai Digelar, Sayangnya Tahun Ini Cuma Bisa Disaksikan Secara Virtual

Dia menilai tidak sedang membahayakan diri sendiri dan orang lain meski berkendara tanpa masker.

Peristiwa itu terjadi saat petugas bersama Wali Kota Malang Sutiaji melakukan razia penegakan protokol kesehatan di sekitar Balai Kota Malang, Rabu (16/9/2020).

Sutiaji dalam kegiatan itu juga didampingi Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata.

Dandim 0833 Kota Malang, Letkol Arm Ferdian Primadhona, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Malang Andi Darmawangsa, dan Kepala Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang Nuruli Mahdilis.

“Saya menyetir mobil sendirian."

"Justru keamanan saya ini yang terganggu, saya dipaksa ke sini,” kata RT kepada Wali Kota Malang, Sutiaji, Rabu (16/9/2020).

Halaman
1234
Editor: deni setiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved