Breaking News:

Teror Virus Corona

Ditarget Tekan Kasus Covid-19 2 Pekan, Gubernur Ganjar Genjot Operasi Protokol Kesehatan

Operasi masif itu menyasar lokasi kerumunan di Kota Semarang. Mereka disebar ke sejumlah titik untuk menegakkan protokol kesehatan.

TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Gubernur Ganjar memberikan pemaparan saat apel persiapan operasi besar-besaran penerapan protokol kesehatan di Balaikota Semarang, Rabu (16/9/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengajak seluruh elemen penegak hukum, semisal TNI dan Polri, bersama-sama menghentikan penyeberan Covid-19 yang terus mengalami tren peningkatan.

Ratusan personel dikerahkan untuk tindakan yustisi protokol kesehatan. Sebelum operasi bersama dilaksanakan, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo lebih dahulu memimpin apel pasukan gabungan di Balai Kota Semarang, Rabu (16/9/2020).

Operasi masif itu menyasar lokasi kerumunan di Kota Semarang. Mereka disebar ke sejumlah titik, semisal pasar tradisional, untuk menegakkan protokol kesehatan.

"Ada beberapa daerah yang menjadi perhatian pemerintah pusat. Kami butuh kerjasama untuk menurunkan penularan, angka kematian, dan menaikkan angka kesembuhan. Sudah tujuh bulan sosialisasi dilakukam tapi di sana sini masih perlu kita tertibkan," kata Ganjar dikutip dari keterangan tertulis.

Pasien Covid-19 Melahirkan, Klaster Rumah Makan di Kota Semarang, Begini Kondisi Bayinya Saat Ini

9 Nakes di Sragen Positif Covid-19, 7 di Antaranya Karyawan RSUD dr Soehadi Prijonegoro

Bukan Scuba dan Buff, Ini 5 Masker Penangkal Covid-19 Rekomendasi WHO

Menurutnya, perlu ada gerakan masif. Pemerintah pusat meminta sejumlah daerah, termasuk Jateng, menurunkan kasus corona dalam dua pekan.

Kota Semarang, lanjutnya, dipilih untuk operasi besar- besaran karena memang menjadi satu daerah zona merah di provinsi ini.

Dirinya menegaskan, bukan berarti, daerah lain diabaikan namun Kota Semarang memang menjadi perhatian.

Terkait sanksi, ia mengatakan, ada banyak pilihan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan. Bisa saja sanksi sosial atau sanksi administratif.

"Tapi, kalau itu tidak terlaksana baik, bukan tidak mungkin kami menerapkan sanksi yang lebih tegas. Jateng punya perda yang mengatur pencegahan dan penanggulangan penyakit menular. Perda 2013 dan saya terjemahkan dalam pergub. Itu sanksinya cukup berat, yakni dipenjara selama enam bulan dan bisa didenda Rp 50 juta," ucapnya.

BPOM Semarang Gerebek Rumah Pengemas Obat Pelangsing Ilegal di Semarang

41 Bakal Paslon Ditegur Bawaslu Jateng, Diduga Tak Penuhi Aturan Protokol Kesehatan

Sekda DKI Jakarta Saefullah Meninggal Dunia, Sempat Dirawat di RS Akibat Positif Covid-19

Namun, Ganjar ingin menyampaikan pada masyarakat bahwa pihaknya tidak mau menghukum menggunakan sanksi pidana ini.

Ia hanya minta masyarakat membantu dengan tertib dan taat melaksanakan protokol kesehatan.

"Masyarakat, ayo bantu kami, saya sampaikan bahwa saya tidak ingin menghukum. Kami hanya butuh masyarakat tertib untuk menyelamatkan diri sendiri, keluarga, tetangga, dan masyarakat lainnya," ujar gubernur.

Pelaksanaan operasi masif, lanjut Ganjar, akan dilakukan secara terus menerus di Kota Semarang. (*)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved