Berita Jawa Tengah
Polres Semarang Layani Penerbitan SKCK Melalui WhatsApp, Begini Tata Cara Mengurusnya
Di tengah pandemi corona, Polres Semarang membuat terobosan penerbitan SKCK online atau melalui aplikasi WhatsApp.
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
Dikatakannya, setelah dilakukan pengecekan dan penelitian berkas yang masuk dari petugas hasil scan SKCK dalam bentuk PDF langsung dikirimkan melalui WA pemohon.
Pihaknya menyatakan, adapun besaran biaya administrasi pembuatan SKCK sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2016, sebesar Rp 30 ribu.
Pembayaran lewat transaksi non tunai juga menghindari terjadinya pungutan liar.
• Tri Cuma Bisa Gigit Jari, Tak Bisa Ikut Rasakan Bantuan Insentif Gaji Rp 600 Ribu
• Mengenang Van De Jong, Sosok Berjasa di Perkebunan Teh Kaligua Brebes, Pemetik Dianggap Keluarga
• Gunakan Pola Integrated Farming, Pekarangan Warga Desa Mernek Cilacap Hasilkan Rp 2 Juta Tiap Bulan
• Mengintip Warga Pesahangan Cilacap Bikin Tikar Daun Pandan, Berburu Bahan Baku Sampai Cianjur
"Semoga dengan adanya layanan ini sangat membantu warga."
"Terlebih di tengah pandemi Covid-19, kami diharuskan menjaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan lainnya," jelasnya.
Kaur Administrasi Tata Usaha Polres Semarang, Ipda Sulistiyono mengungkapkan, selama ini dalam sehari layanan SKCK melayani sekira 50 pemohon.
Terkait waktu pelayanan kata dia dimulai dari pukul 08.00 hingga pukul 14.30.
Sejak merebaknya virus corona layanan dialihkan secara online via WhatsApp per 6 April 2020.
"Dari hasil monitoring dan evaluasi kami dari proses pendaftaran sampai dicetak membutuhkan waktu sekira 15 menit."
"Kami tempatkan 3 petugas setiap hari melayani pemohon."
"Ada yang tugasnya validasi data, cetak dan konfirmasi ulang," tandasnya.
Ditemui saat mengurus SKCK, Daffa Ramadhan (20) warga Kelurahan Kupang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang menilai layanan SKCK itu lebih efektif.
"Tadi saya baru tahu, memang kurang sosialisasi."
"Saya harap itu digencarkan."
"Adanya layanan pengajuan pembuatan SKCK lewat WA lebih efektif, enak apalagi lagi pandemi corona begini," ucapnya.