Breaking News:

Berita Pendidikan

Tri Cuma Bisa Gigit Jari, Tak Bisa Ikut Rasakan Bantuan Insentif Gaji Rp 600 Ribu

Meski gaji masih jauh di bawah Rp 5 juta, banyak guru honorer tak terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan di Jawa Tengah.

Penulis: budi susanto | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/BUDI SUSANTO
Ketua PGRI Jateng, Muhdi bertemu dengan alumni di kampus Upgris Semarang, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Nasib guru honorer terombang-ambing di tengah hingar bingar serta penantian turunnya insentif gaji sebesar Rp 600 ribu dari pemerintah, melalui rekening yang sudah didaftar ke BPJS Ketenagakerjaan.

Pasalnya meski gaji mereka jauh di bawah Rp 5 juta, namun masih banyak guru honorer tak terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

Alhasil, para guru honorer hanya bisa gigit jari di tengah pembagian bantuan yang dilaksanakan pemerintah.

Pembiayaan Sekolah Swasta Bakal Dibantu Disdikbud Jateng, 70 Persen Gunakan Dana BSM

KPU Jateng Minta Bakal Calon Kepala Daerah Mulai Siapkan Berkas Syarat Pendaftaran

Mengenang Van De Jong, Sosok Berjasa di Perkebunan Teh Kaligua Brebes, Pemetik Dianggap Keluarga

Omset Pedagang Pasar Wage Purwokerto Menurun 70 Persen Sejak Pandemi, Bupati Coba Bantu Cari CSR

Tri misalnya, guru honorer di Kota Semarang ini.

Sebagai pengajar, hingga kini dia belum merasakan bantuan apapun, terutama insentif gaji dari pemerintah itu.

Hal itu lantaran Tri baru didaftarkan pihak sekolah sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

"Di tempat saya mengajar dahulu, saya tidak didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan."

"Dan di tempat saya mengajar sekarang, baru saja saya didaftarkan."

"Ya mungkin saya tidak akan mendapat bantuan tersebut," paparnya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (31/8/2020).

Dia berucap, gajinya masih jauh di bawah UMK Kota Semarang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved