Breaking News:

Berita Cilacap

Gunakan Pola Integrated Farming, Pekarangan Warga Desa Mernek Cilacap Hasilkan Rp 2 Juta Tiap Bulan

Awal Januari 2020 program SMJ dimulai dengan support dan pembinaan oleh Pertamina melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Pengangguran dan rendahnya pengembangan potensi desa menjadi masalah yang dihadapi sebagian besar warga di Desa Mernek, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap.

Kaum wanitanya hanya sekadar mengurusi urusan kasur, sumur, dan dapur.

Sementara kaum laki-laki masih berkutat pada pekerjaan tanam dan panen padi.

Lahan kosong di pekarangan rumah warga banyak tidak dimanfaatkan secara optimal.

Mengenang Oey Kim Tjin, Warga Cilacap Pembawa Dokumen Negara saat Ibukota Boyongan ke Yogyakarta

Gerebek Rumah Produksi Jamu Ilegal di Gentansari Cilacap, Dua Orang Digiring ke Polda Jateng

Produktivitas Padi di Jateng Tertinggi se-Indonesia, Kabupaten Cilacap Masuk 10 Besar

Sampai pada awal 2019, sebagian warga Desa Mernek berkomitmen mengubah keadaan dengan mencoba mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki. 

Lahan pekarangan rumah yang belum dimanfaatkan secara optimal diubah menjadi sumber penghasilan pangan melalui 4 kegiatan budidaya terpadu.

Keempat budidaya terpadu tersebut adalah dengan membuat sistem pertanian hidroponik yang menggunakan air dari kolam ikan lele.

Kemudian ada pula budidaya maggot sebagai pakan ikan lele.

Hingga pemanfaatan limbah berupa kotoran hewan menjadi pupuk organik untuk pertanian.

Inilah yang disebut sebagai pola integrated farming.

Halaman
1234
Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved