Berita Nasional

Ironis Menurut Menaker, Pengangguran di Indonesia Justru Didominasi Orang Berpendidikan Tinggi

Mereka yang nganggur, justru mereka yang memiliki pendidikan yang lebih tinggi, SMK, perguruan tinggi, dan diploma."

Editor: deni setiawan
Dokumentasi Humas Kementerian Ketenagakerjaan
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - 56 persen yang bekerja adalah orang-orang berpendidikan SMP ke bawah.

Itu disebutkan Menteri Ketenagakerjaan ( Menaker), Ida Fauziyah saat melihat kondisi pengangguran di Indonesia.

Dimana justru angka pengangguran didominasi oleh orang yang berpendidikan tinggi.

Dragan Djukanovic: Program Latihan Ditentukan Seusai Rapat Virtual Tim PSIS Semarang

Terbanyak di Purbalingga, ASN Tidak Netral dalam Pilkada Serentak, Rekap Sementara Bawaslu Jateng

Jepara Masih Jadi Episentrum Narkoba di Jawa Tengah, BNNP: Hasil Penindakan di Tiga Tempat

Peserta Didik Kurang Mampu Bakal Dapat Smartphone Gratis, Cara Pemkot Solo Optimalkan PJJ

"Sementara, mereka yang nganggur, ini kebalikannya justru pendidikan yang lebih tinggi, SMK, perguruan tinggi, dan diploma."

"Yang bekerja pendidikannya rendah, yang nganggur justru pendidikannya tinggi. Ini ironi," ucapnya seperti dilansir dari Kompas.com, Sabtu (14/8/2020).

Untuk itu, Menaker mengupayakan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dengan cara pelatihan dan meningkatkan pendidikan.

"Kami akan dapat bonus demografi sampai 2030 puncaknya."

"Ini harus ada percepatan."

"Caranya percepatan adalah melalui peningkatan SDM, penguatan pendidikan, dan pelatihan vokasi," ujarnya.

Presiden Joko Widodo mengatakan, tahun depan persentase pengangguran diproyeksi akan berada di kisaran 7,7 persen hingga 9,1 persen.

Sementara itu, persentase kemiskinan diperkirakan sebesar 9,2 persen hingga 9,7 persen.

"Dengan menekankan pada penurunan kelompok kemiskinan ekstrem, tingkat ketimpangan di kisaran 0,377-0,379."

"Serta indeks pembangunan kualitas manusia (IPM) di kisaran 72,78-72,95," ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan, target-target tersebut harapannya dapat tercapai dengan RAPBN 2021.

Dimana itu akan diarahkan untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi virus corona (Covid-19). (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menaker: Yang Menganggur Justru Pendidikannya Tinggi, Ini Ironi..."

Sempat Molor 8 Tahun, Jateng Valley Mulai Dibangun, Ganjar: Wisata Berorientasi Aspek Lingkungan

Tahap Pertama Menyasar 1 Juta UMKM, Berikut Ini Cara dan Syarat Dapat BLT Rp 2,4 Juta

Program Prakerja Gelombang V Dibuka Hari Ini, Kuota Penerima Manfaat 800 Ribu

Bos Mucikari Prostitusi Online Hanya Mengenal Artis Vs Melalui Telepon, Dapat Komisi Rp 8 Juta

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved