Breaking News:

Berita Solo

Peserta Didik Kurang Mampu Bakal Dapat Smartphone Gratis, Cara Pemkot Solo Optimalkan PJJ

Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo mengatakan, di wilayahnya terdata sekira 1.500 peserta didik yang termasuk dalam kategori kurang mampu.

Penulis: Agus Iswadi
Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/AGUS ISWADI
Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo diwawancara beberapa awak media massa, Sabtu (15/8/2020). Itu terkait perkembangan sistem pembelajaran siswa di Kota Surakarta. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SOLO - Pemkot Surakarta memberikan fasilitas berupa smartphone secara gratis guna mendukung jalannya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama pandemi Covid-19.

Fasilitas pendukung tersebut akan diberikan kepada para peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo mengatakan, di wilayahnya terdata sekira 1.500 peserta didik yang termasuk dalam kategori kurang mampu.

Baik itu tingkat SD dan SMP negeri atau swasta.

Bos Mucikari Prostitusi Online Hanya Mengenal Artis Vs Melalui Telepon, Dapat Komisi Rp 8 Juta

Sempat Molor 8 Tahun, Jateng Valley Mulai Dibangun, Ganjar: Wisata Berorientasi Aspek Lingkungan

Sembilan Pejabat Eks Nonjob Pemkot Tegal Wajib Kembalikan Dana Selisih TPP, Dua Sudah Pensiun

Tahap Pertama Menyasar 1 Juta UMKM, Berikut Ini Cara dan Syarat Dapat BLT Rp 2,4 Juta

Tim verifikasi akan diterjunkan ke lapangan untuk mengecek peserta didik yang kurang mampu.

Beberapa OPD akan dilibatkan saat verifikasi lapangan.

Seperti Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah, Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Pendidikan, serta Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.

"Banyak yang kirim pesan (aplikasi pesan singkat)."

"Pak saya dibantu HP (smartphone) dan sebagainya," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (15/8/2020).

Nantinya, Rudy akan turun ke lapangan untuk memastikan apakah peserta didik yang akan menerima bantuan fasilitas pendukung tersebut benar-benar layak menerima atau tidak.

"Diprioritaskan yang belum punya smartphone untuk fasilitas belajar jarak jauh," ucapnya.

Bantuan fasilitas pendukung bagi peserta didik yang kurang mampu itu akan diwujudkan dalam bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) maupun donatur.

Di sisi lain, kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di Kota Surakarta masih akan dimulai pada Januari 2021.

Sehingga dengan fasilitas pendukung tersebut, peserta didik yang kurang mampu dapat mengikuti jalannya PJJ sebelum dimulai KBM tatap muka. (Agus Iswadi)

Program Prakerja Gelombang V Dibuka Hari Ini, Kuota Penerima Manfaat 800 Ribu

Warga Boleh Gelar Malam Tirakatan Kemerdekaan RI, Gubernur Ganjar: Tapi Wajib Patuhi SOP Kesehatan

Jepara Masih Jadi Episentrum Narkoba di Jawa Tengah, BNNP: Hasil Penindakan di Tiga Tempat

Komentar Balasan Warganet Terbukti, Warga Purwokerto Pengunggah Video Tak Percaya Corona Ditangkap

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved