Berita Jawa Tengah
12 ASN Pemkab Kendal Reaktif Covid-19, Penjagaan Kantor Setda Makin Diperketat
Dinkes Kabupaten Kendal telah melakukan rapid test kepada semua pegawai yang tak memiliki kontak erat dengan pasien.
Penulis: Saiful Masum | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Kantor Setda Kabupaten Kendal sejak Jumat (7/8/2020) dijaga secara ketat.
Penjagaan dilakukan oleh satpam di pintu masuk kantor setelah Bupati Kendal Mirna Annisa menginstruksikan penutupan sementara Setda Kabupaten Kendal.
Termasuk juga meliburkan pegawai di Lingkungan Setda Kabupaten Kendal hingga akhir pekan ini.
• Hoaks! PNS Setda Kabupaten Kendal Diliburkan Tujuh Hari Karena Covid-19, Ini Fakta Sebenarnya
• PAN Resmi Gabung PDIP dan PPP, Usung Tino-Mustamsikin di Pilkada Kabupaten Kendal
• Mengintip Pengabdian Bu Tun, Guru SD Gelar Belajar Home Visit di Kendal, Sebentar Lagi Purna Tugas
• Lima Bulan Belum Terima Gaji, Perangkat Desa Plantaran Ngadu ke Bupati Kendal
Tak ada aktivitas kedinasan terlihat di Lingkungan Setda Kabupaten Kendal.
Yang ada, sejumlah tenaga kebersihan dan petugas penyemprotan disinfektan terlihat di lokasi setelah 2 pegawai dinyatakan positif Covid-19.
Tes swab dan rapid test massal pun sudah dilakukan Pemkab Kendal guna mengetahui sejauhmana penyebaran virus tersebut.
Kepala Dinkes Kabupaten Kendal, Ferinando Rad Bonay mengatakan, pihaknya telah melakukan uji swab terhadap 100 pegawai yang diduga kontak erat dengan pasien.
Hasilnya negatif termasuk pegawai satu ruangan dengan pasien.
"Untuk swab diketahui ada 100 orang."
"Namun hasilnya keluar semalam dan hasilnya negatif semua," tutur Ferinando kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (7/8/2020).
Selain melakukan tes swab, Dinkes Kabupaten Kendal juga telah melakukan rapid test kepada semua pegawai yang tak memiliki kontak erat dengan pasien.
Hasilnya, ditemukan 12 orang pegawai reaktif dan dilakukan tes swab pada Jumat (7/8/2020).
"Kalau hasil swab negatif, untuk rapid test ada 12 reaktif, hari ini mereka dilakukan swab," katanya.
Dia menyebutkan, dengan adanya tes swab massal kali ini, tercatat ada 200 sampel yang diujikan pada alat PCR yang didatangkan Pemkab Kendal beberapa waktu lalu.
Alat tersebut terpasang di RSDC Kendal untuk dimaksimalkan menguji sampel swab di Kabupaten Kendal.
Sementara itu, Sekda Kabupaten Kendal, Moh Toha mengimbau agar masyarakat mewaspadai adanya penularan Covid-19 melalui transmisi lokal.
Terlebih beberapa pasien tidak menunjukkan gejala sehingga tidak diketahui siapa yang benar-benar sehat ataupun sudah terpapar virus corona.
Dia mengimbau agar masyarakat peduli dan sadar untuk menjaga diri masing-masing dengan memakai masker setiap keluar rumah.
Terlebih patuh dalam menjaga jarak dengan warga lain serta menghindari tempat-tempat yang mengundang kerumunan.
"Sekarang, kami tidak tahu siapa yang benar-benar sehat."
"Minimal dengan memakai masker bisa mencegah risiko penularan karena dupleks seseorang tidak menyebar," tegasnya.
Hingga kini, tercatat 305 orang di Kendal terpapar Covid-19, 170 pasien berhasil disembuhkan sementara sisanya masih menjalani perawatan dan meninggal. (Saiful Ma'sum)
• Diapresiasi Kemendagri, Fasilitas Penukaran Uang Steril di Pasar Manis Purwokerto
• Diskon 17 Persen Kirim Barang Gunakan Rail Express, Berlaku Hingga 31 Agustus 2020
• Isu Mahar Partai Nasdem di Pilkada Kabupaten Semarang, Ali Mansyur Bakal Ambil Langkah Hukum
• Ibu Hamil Makin Banyak di Batang, Hingga Akhir Juni Tercatat Sudah Capai 913 Orang