Berita Kriminal

Kisah Pilu Dua Balita Tewas di Tangan Ayah Kandung, Leher Dibabat Parang, Diduga Stres karena Ini

Kisah Pilu Dua Balita, Tewas di Tangan Ayah Kandung, Leher Dibabat Parang, diduga pelaku stres karena ini

TribunWow.com/Rusintha Mahayu
Ilustrasi mayat balita - Dua balita tewas di tangan ayah kandung di Flores. Leher kedua balita dibabat parang oleh sang ayah, yang diduga stres karena tak kuat menanggung biaya hidup dan ditinggal istri merantau. 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Diduga karena stres tak kuat menanggung beban biaya hidup, seorang ayah di Flores membunuh dua anak kandungnya yang masih bawah lima tahun (balita).

Adalah, AP (25) warga Kecamatan Witihima, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), ayah yang tega membunuh dua anak kandungnya sendiri menggunakan parang, Selasa (4/8/2020).

Dari hasil visum, kedua korban YB (3) dan AB (2), mengalami luka di bagian leher.

Samakan Ibunya dengan Anjing, Anak Sulung Ketua Pembina Yakpermas Dilaporkan Balik ke Polisi

Jokowi Heran Indonesia Punya 30 Bandara Internasional: Apa Perlu Sebanyak Ini?

Belajar Tatap Muka di Sekolah Zona Hijau Covid-19, Nadiem: Harus Dihentikan Bila Situasi Memburuk

Tangis Mbah Tun Pecah di PTUN Semarang, Nenek Buta Huruf Korban Penipuan Menangkan Gugatan

Sementara itu, motif pembunhan karena pelaku merasa tak mampu membiayai kedua anaknya dan stres ditinggal merantau sang istri.

"Motif ekonomi dan kebutuhan hidup jadi alasan tersangka membunuh kedua anaknya," ungkap Kasat Reskrim Polres Flores Timur, Iptu I Wayan Pasek Sujana saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (6/8/2020) petang.

 Tepergok ibu dan adik

Suyana menambahkan, aksi sadis pelaku sempat tepergok ibu dan adik perempuannya, Yuliana Ose Doni (52) dan Hendrikus Boli Ola (20).

Saat itu, Yuliana baru pulang dari kebun dan curiga melihat pintu dan jendela rumahnya dalam keadaan tertutup.

Lalu, Yuliana mencoba mengintip dari lubang jendela dan dirinya terkejut saat melihat pelaku sedang membunuh kedua anaknya.

Yuliana lalu mencari pertolongan beteriak memanggil anaknya yang lain, dengan Hendrikus dan para tetangga sekitar.

Naik ke pohon kelapa

Kemudian tetangga dan adik pelaku datang dan mendobrak pintu, tapi tidak terbuka.

Setelah itu, pelaku yang telah gelap mata justru membuka pintu kemudian mengejar ibu dan adiknya.

Namun, keduanya berhasil selamat.

Pelaku lalu melarikan diri karena dikejar warga dan akhirnya memanjat pohon kelapa.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved