Breaking News:

Berita Nasional

Belajar Tatap Muka di Sekolah Zona Hijau Covid-19, Nadiem: Harus Dihentikan Bila Situasi Memburuk

Belajar Tatap Muka di Sekolah Zona Hijau Covid-19, Nadiem: Harus Dihentikan Bila Situasi Memburuk

kompas.com
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, menegaskan belajar tatap muka di sekolah zona hijau harus dihentikan bila situasi di daerah tersebut memburuk. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Sejumlah sekolah di zona hijau penyebaran Covid-19 mulai menerapkan pembelajaran tatap muka.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, mengingatkan sekolah di Zona Hijau Covid-19 tetap harus memperhatikan situasi dan kondisi wilayah.

Ditandaskan, sekolah yang sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka harus menghentikan aktivitasnya apabila terjadi kondisi yang memburuk di wilayah tersebut.

Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah Sudah Diterapkan, Disdikbud Batang Bakal Evaluasi Tiap Pekan

Jokowi Heran Indonesia Punya 30 Bandara Internasional: Apa Perlu Sebanyak Ini?

Curhat Anji Setelah Unggah Konten Obat Covid-19 Hadi Pranoto, Dijauhi Teman dan Diputus Kontrak

Tangis Mbah Tun Pecah di PTUN Semarang, Nenek Buta Huruf Korban Penipuan Menangkan Gugatan

“Zona yang sudah hijau jika kondisinya memburuk setelah dibuka pembelajaran tatap muka, maka (pembelajaran tatap muka) harus segera dihentikan, dan prosesnya kembali lagi ke awal,” ujar Nadiem seperti dikutip dari siaran pers, Kamis (6/8/2020).

Menyikapi banyak aspirasi masyarakat yang ingin sekolah pada zona kuning dapat dibuka kembali, Kemendikbud menyerahkan kembali pada keputusan Satuan Gugus Tugas Covid-19.

“Apa yang menjadi arahan gugus tugas kami akan jemput bola kami akan menyiapkan protokolnya."

"Kami akan bekerja sama dengan pemda untuk memastikan protokol kesehatan itu terjaga,” tutur Nadiem.

Menurut Nadiem, kebijakan untuk membuka pembelajaran tatap muka harus dipersiapkan dengan prosedur yang ketat.

Hal itu dilakukan untuk memastikan pembelajaran tatap muka akan aman bagi siswa, guru, seluruh warga pendidikan dan keluarganya.

“Sebelum membuka sekolah kita harus memperhatikan risiko kesehatan saat ini."

"Di saat kita bisa mengontrol fungsi kesehatan, baru kita bisa berpikir untuk membuka lagi sekolah,” kata Nadiem.

Ia juga tak menampik, penguatan pendidikan karakter dan sosialisasi bagi peserta didik merupakan hal penting yang harus dipenuhi dengan bersekolah.

Halaman
12
Editor: yayan isro roziki
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved