Berita Purbalingga

Samakan Ibunya dengan Anjing, Anak Sulung Ketua Pembina Yakpermas Dilaporkan Balik ke Polisi

Samakan Ibunya dengan Anjing, Anak Sulung Ketua Pembina Yakpermas Dilaporkan Balik ke Polisi

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Seorang ibu melaporkan anaknya ke polisi, setelah putra yang dilahirkannya itu menyamakan sang ibu dengan seekor anjing.

Adalah Patricia Harjati (68), --Ketua Pembina Yayasan Kesejahteraan Perawat Banyumas ( Yakpermas)-- yang melaporkan anak sulungnya, Antonius Trisnadi Setiawan, ke Polres Purbalingga.

Sebelumnya, Patricia juga mengajukan guggatan ke pengadilan negeri (PN) Purbalingga, terkait pencabutan hak waris ketiga anaknya.

Reaksi Kasatreskrim saat Anak Berniat Penjarakan Ibu Kandungnya: Mohon Maaf Bos, Tidak Kami Proses

Ngaku Polisi Berpangkat AKBP, Pria Ini Peras Anggota DPRD Sumut Melalui Medsos, Terkait Pornografi?

Calon Pengantin Pria Bunuh Diri Jelang Akad, Sempat Hubungi Calon Istri, Diduga Karena Ini

Ibu Dilaporkan Anaknya ke Polisi, Rebutan Tanah Yayasan, Pembina Yakpermas: Saya Mau Dipenjarakan

Pengajuan gugatan itu, menurut pihak Patricia, buntut dari ketiga anak kandung yang melaporkannya ke polisi, terkait dugaan pemalsuan dokumen.

Penasehat hukum Patricia Harjati, Mulyono, akan memperkarakan anak sulung kliennya karena mengancam sang ibu melalui pesan WhatsApp (WA).

Bahkan, dalam WA tersebut anak sulungnya juga menyamakan ibunya dengan seekor anjing.

"Kami akan melaporkan balik ke Polres Purbalingga atas dugaan perbuatan tak menyenangkan," ujarnya, Rabu (5/8/2020).

Selain melaporkan perbuatan tidak menyenangkan, kliennya juga telah melaporkan anak sulungnya ke Polres Banyumas atas dugaan penipuan dan penggelapan sertifikat tanah nomor 235.

Sertifikat itu merupakan milik Yakpermas.

"Awalnya kami tidak tahu sertifikat itu milik yayasan. Tanah itu terletak di bagian belakang."

"Baru ketahuan saat di mediasi di Polres Banyumas terkait sertifikat 107," tuturnya.

Saat itu, kata dia, baru diketahui bahwa sertifikat 235 dipegang satu di antara pendiri.

Sertifikat itu dikuasai oleh anak sulung Patricia.

"Pendiri itu tahu bahwa tanah itu dibeli oleh yayasan."

"Karena sertifikat atas nama Soenardi (mendiang suami Patricia), sertifikat itu diberikan kepada anak sulung Patricia dan ada serah terimanya," tutur dia.

Menurutnya, sertifikat itu belum dibalik nama. Anak kliennya dilaporkan karena meminta kompensasi.

"Kompensasi itu dijadikan cara untuk perdamaian. Nilainya ratusan juta. Jadi 50 persen kompensasi itu dibagi kelima anaknya, " jelasnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved