Berita Banyumas

Banyak Guru Gagal Paham, Kebijakan Kumpulkan Siswa untuk Belajar Tatap Muka di Banyumas Dibatalkan

Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Banyumas sempat mengeluarkan kebijakan dengan memperbolehkan guru mengumpulkan siswa untuk belajar tatap muka

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Rival Almanaf
Tribunbanyumas.com/ Permata Putra Sejati
Kepala Dinas Pendidikan Banyumas, Irawati saat ditemui Tribunbanyumas.com. Selasa (4/8/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO -Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Banyumas sempat mengeluarkan kebijakan dengan memperbolehkan guru mengumpulkan siswa untuk belajar dengan batasan maksimal 10 anak.

Sayangnya kebijakan tersebut akhirnya dibatalkan.

Hal itu dikarenakan masih banyak guru yang gagal paham terkait kebijakan tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Banyumas, Irawati, mengatakan masih banyak guru yang menyalahartikan program itu.

Situs Resmi Disdik Kota Semarang Diretas Hacker

HARI INI, 28 Tahun Lalu, Susi Susanti Raih Medali Emas Olimpiade Pertama Indonesia

Sudah Rugi Ratusan Juta, Pembukaan Tempat Karaoke di Banyumas Belum Ada Kepastian

Pekerja Karaoke di Banyumas Minta Tempat Hiburan Malam Boleh Buka Lagi

"Banyak guru  yang mengumpulkan siswanya tapi tidak berdasarkan syarat yang sudah ditentukan."

"Dalam pemberitaan lalu sudah saya sebutkan kalau syaratnya adalah khusus bagi anak yang tidak memiliki gadget dan susah sinyalnya," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (4/8/2020).

Irawati menambahkan jika masih banyak guru yang tidak tuntas membacanya sampai ke syaratnya sehingga gagal paham.

Sehingga banyak guru yang justru  mengumpulkan siswanya.

"Padahal siswa yang dikumpulkan ternyata masih memiliki gadget serta masih ada sinyal di wilayahnya."

"Ya sudah saya batalkan saja kebijakan itu, semuanya kembali melakukan pembelajaran jarak jauh atau daring," jelasnya.

Daftar Mobil Bekas Harga Rp 50 Jutaan, Dapat Honda Jazz hingga BMW

Jerinx SID Mangkir saat Diperiksa Polisi Soal Ujaran Kebencian

32 Perwira di Secapa AD Bandung Donorkan Plasma Darah setelah Sembuh dari Covid-19

Banjir Terjang Korea Selatan: 13 Orang Tewas dan Air Genangi Jalan di Ibukota Seoul

Pihaknya menjelaskan sebelumnya bahwa inovasi mengumpulkan siswa maksimal 10 anak adalah khusus bagi yang tidak mampu.

Terutama bagi mereka yang tidak memiliki gadget dan wilayah yang susah sinyal atau jaringan.

Kegiatan belajar saat ini kembali harus menggunakan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Dimana guru boleh bekerja di kantor atau di sekolah masing-masing. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved