Berita Banyumas

Sudah Rugi Ratusan Juta, Pembukaan Tempat Karaoke di Banyumas Belum Ada Kepastian

Tempat hiburan malam seperti karaoke di Purwokerto sudah tutup kurang lebih lima bulan semenjak pandemi covid-19.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Rival Almanaf

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Tempat hiburan malam seperti karaoke di Purwokerto sudah tutup kurang lebih lima bulan semenjak pandemi covid-19.

Ketua Komunitas Karaoke Banyumas (Kramas), Tri Putra Oktavianus mengatakan belum menaksir secara pasti berapa kerugian masing-masing outlet.

Namun yang jelas kerugian bisa mencapai ratusan juga rupiah mengingat biaya operasional tempat karaoke yang cukup besar.

"Untuk biaya listrik saja sangat besar dan diperkirakan selama lima bulan tutup rugi ratusan juta."

Pekerja Karaoke di Banyumas Minta Tempat Hiburan Malam Boleh Buka Lagi

Daftar Mobil Bekas Harga Rp 50 Jutaan, Dapat Honda Jazz hingga BMW

Jerinx SID Mangkir saat Diperiksa Polisi Soal Ujaran Kebencian

32 Perwira di Secapa AD Bandung Donorkan Plasma Darah setelah Sembuh dari Covid-19

"Kita belum menghitung nominal pastinya, contoh untuk outlet yang kecil listriknya saja bisa Rp 15 juta perbulan dan itu tanpa pemasukan," jelasnya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (4/8/2020).

Pihaknya berharap agar kondisinya tidak terus selamanya seperti ini.

Sebab ada sekitar 26 outlet karaoke di Banyumas ataupun Purwokerto yang totalnya mempekerjakan ratusan karyawan.

"Semua karyawan menganggur dan mereka dirumahkan," imbuhnya.

Sebelumnya bupati Banyumas, Achmad Husein sempat melakukan sidak ke sejumlah tempat karaoke di Purwokerto yang nekat buka dimasa pandemi.

Banjir Terjang Korea Selatan: 13 Orang Tewas dan Air Genangi Jalan di Ibukota Seoul

Dua Hakim Mahkamah Agung Bakal Diperiksa KPK terkait Kasus Suap dan Gratifikasi Nurhadi

Berat, Indonesia Langsung Bertemu Malaysia di Grup B Piala Thomas 2020

Berikut Nilai Tukar Rupiah di 5 Bank Hari Ini, di BCA Kurs Jual Dipatok Rp 14.745 Per Dollar AS

"Memang ada sempat buka karena kita lelah dan capek menunggu.

Terkait karyawan yang dirumahkan tidak mendapatkan gaji atau tunjangan sama sekali," pungkasnya.

Karena ketidakjelasan itulah mereka juga mengancam akan melakukan aksi ke jalan seandainya dalam waktu satu minggu tidak ada jawaban dan kepastian. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved