Berita Yogyakarta

Rencana Jalan Tol Solo Yogya akan Gusur Kantor Mapolda DIY, Begini Respon Kepolisian

Markas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta ( DIY) termasuk dalam bangunan yang akan terdampak dengan pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Solo.

Editor: Rival Almanaf
ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra
Foto udara sejumlah pemudik melintas di jalur Tol Trans Jawa, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Minggu (2/6/2019). Memasuki H-3 Lebaran, Kepolisian dan pihak tol masih memberlakukan jalan tol satu arah (One Way) dari Jakarta menuju Semarang, dengan kondisi arus terpantau ramai lancar. 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Markas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta ( DIY) termasuk dalam bangunan yang akan terdampak dengan pembangunan Jalan Tol Yogyakarta- Solo.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Yulianto belum mengetahui luas lahan dari kantornya yang akan jadi jalan tol.

Namun, Yulianto memastikan, pihaknya akan mendukung pembangunan yang dilakukan pemerintah.

Daftar Motor Matic yang Dilengkapi Soket Charger Ponsel Tahun 2020

Daftar Artis yang Tersandung Kasus Prostitusi Online, Bahkan Pandemi Corona Tidak Menyurutkan Mereka

David Beckham Inginkan Luis Suarez Gabung Klubnya Inter Miami di MLS

Tiga Cara Sederhana Menghilangkan Bau Prengus Daging Kambing Kurban Idul Adha

“Prinsipnya kalau sudah ada keputusan, Polda DIY siap dan mendukung kebijakan pemerintah."

"Kalau dipakai kita akan dukung dan tidak akan menghalang-halangi,” katanya, saat dihubungi, Kompas.com, Rabu (29/7/2020).

Yulianto belum bisa memastikan Mapolda DIY masih ada di tempat yang sama atau tidak setelah pembangunan jalan tol itu berlangsung.

Jika nantinya harus pindah, mereka akan mencari lahan untuk membangun Mapolda yang baru.

“Pindah atau tidak itu banyak faktornya. Kalau pindah harus cari tanahnya dulu," sebut Yulianto.

Sebelumnya, Kepala Dinas Tata Ruang (Dispertaru) Daerah Istimewa Yogyakarta Krido Suprayitno menyampaikan pembangunan proyek Jalan Tol Solo- Yogyakarta tidak akan merubah fungsi ringroad yang sudah ada saat ini.

Menurutnya, akan ada pergeseran lahan untuk fungsi ringroad (jalur lingkar), sehingga ringroad dari Monumen Jogja Kembali (Monjali) bergeser ke selatan maupun utara.

"Tidak merubah fungsi ringroad, jalur lambat tetap ada dan ring road utara tidak terputus di Monjali, karena akan dilewatkan jalur lambat," ujarnya, Rabu (29/7/2020).

Dengan demikian, kata dia, jalur lambat yang ada di ringroad akan mengalami perluasan ke arah utara dan selatan.

"Untuk fungsi simpang empat Monjali, kendaraan harus memutar."

Ajip Rosidi Meninggal Seusai Operasi, Dikebumikan di Magelang Siang Ini

Daftar Harga Laptop Asus Bulan Juli 2020 dan Spesifikasinya

Update Virus Corona Kabupaten Tegal Hari Ini: Bertambah 6 Pasien Berikut Hasil Tracingnya

Daftar Gaji Para Direktur Kartu Prakerja Mulai Dari Rp 47 Juta Sebulan, Program Terhenti Sementara

"Bertujuan untuk manajemen transportasi, dan sudah dibuatkan konstruksi yang nyaman," katanya.

Adanya perluasan tersebut, beberapa tempat terkena imbas seperti Polda DIY dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta.

" Polda DIY sekitar 8 meter ke utara kemudian dari barat timur sekitar 150 meter dan untuk UPN kurang lebih sama," imbuhnya.

Krido melanjutkan, pematokan lahan akan dilakukan pada pertengahan bulan Agustus antara tanggal 15 Agustus hingga 20 Agustus 2020. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polda DIY Tak Masalah Jika Harus Tergusur Pembangunan Tol Yogya-Solo", 

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved