Berita Jateng

Soal Anggaran Penanganan Corona Jateng Rp1,987 Triliun, DPRD: Dana Ada, Kenapa Lambat Realisasinya?

Soal Anggaran Penanganan Corona Jateng Rp1,987 Triliun, DPRD: Dana Ada, Kenapa Lambat Realisasinya?

Istimewa
Anggota DPRD Jateng dari F-PKS, Riyono, menyoroti lambannya realisasi anggaran penanganan corona di Jateng, yang dananya mencapai Rp1,987 triliun. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - "Dana ada, kenapa lambat realisainya? Dampaknya sudah kita lihat, kemiskinan bertambah 340.000, pengangguran juga," ungkap anggota DPRD Jateng, dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS), Riyono.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan virus corona Covid-19 sebesar Rp 1,987 triliun.

Anggaran tersebut terbagi dalam tiga pos yakni penanganan kesehatan, penanganan dampak ekonomi, dan penyediaan social safety net atau jaring pengaman sosial.

Jokowi Ingin Pelacakan Pasien TBC Dilakukan Bareng Penanganan Corona

Polemik Program POP Kemendikbud, Ketua PGRI Jateng Muhdi: PB Mundur, Bukan Menolak

Angka Kematian Capai 10-20 Per Hari, DPRD Jateng Dorong Tes Massal Deteksi Covid-19

Penderita TBC di Jateng 23.000 Orang Lebih, Yulianto: Tertinggi di Kabupaten Tegal

Anggota DPRD Jawa Tengah, Riyono, menyebut dari tiga pos tersebut, yang paling banyak yakni di jaring pengaman sosial, yakni sebanyak Rp 1,337 triliun.

Anggaran sebesar itu untuk tiga dinas atau badan. Rp 16,97 miliar untuk Dinas Perhubungan Jawa Tengah yang dialokasikan untuk posko pengendaliaan di pintu masuk Jateng.

Kemudian, Sekretariat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk keperluan logistik permakanan atau posko logistik sebesar Rp 1,94 miliar.

"Yang paling besar di Dinas Sosial untuk Bantuan Sosial (Bansos) yakni sebesar Rp 1,301 triliun. Tapi baru terealisasi Rp 319 miliar," kata Riyono, Minggu (26/7/2020).

Legislator dari Fraksi PKS DPRD Jateng itu menegaskan bansos saat ini sangat diperlukan oleh masyarakat.

Mengingat, saat ini, kata dia, pertumbuhan ekonomi hanya 2,6 persen. Angka kemiskinan dan pengganguran diklaim meningkat.

"Dana ada, kenapa lambat realisainya? Dampaknya sudah kita lihat, kemiskinan bertambah 340.000, pengangguran juga," katanya.

Sementara, untuk pos anggaran lain, yakni penanganan kesehatan yang dikelola Dinas Kesehatan Jateng dan tujuh rumah sakit pemprov yakni sebesar Rp 426 miliar. Dan untuk penanganan dampak ekonomi sebesar Rp 222 miliar.

"Dari total anggaran yang ada, serapan anggaran untuk penanganan corona yang terealisasi baru 28,13 persen. Ini menurut saya kinerja sangat lambat dan perlu kerja keras eksekutif sebagai eksekutor program penanganan covid 19," jelasnya.(mam)

CEK FAKTA Klaim Vaksin Covid-19 Bisa Ubah DNA

Cara Mudah Cek Kepesertaan Bansos Covid-19 Melalui Aplikasi, Simak Petunjuk Berikut Ini

Empat Tahun, Wisnu Harus Panjat Tembok 1 Meter saat Masuk Keluar Rumah

Begini Syarat Penerapan New Normal Menurut WHO dan Bappenas, Daerah Mana Sudah Siap?

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved