Breaking News:

Berita Jateng

Penderita TBC di Jateng 23.000 Orang Lebih, Yulianto: Tertinggi di Kabupaten Tegal

Penderita TBC di Jateng 23.000 Orang Lebih, Kepala Dinkes Jateng Yulianto: Tertinggi di Kabupaten Tegal

freepik.com
Ilustrasi penderita TBC - Angka penderita TBC di Jateng mencapai 23.919 orang pasien, di mana Kabupaten Tegal menempati wilayah dengan penderita terbanyak. Di Kabupaten Tegal tercatat sebanyak 1.832 penderita TBC. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Di tengah pandemi Covid-19, penyakit menular lain seperti TBC (tuberkulosis) juga menjadi ancaman.

Penderita TBC di Jateng juga tercatat cukup tinggi, mencapai 23.919 orang pasien, di mana Kabupaten Tegal menempati wilayah dengan penderita terbanyak.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah, dr Yulianto Prabowo menyampaikan, jumlah penderita TBC baru di Jawa Tengah sampai dengan tri bulan kedua (Januari-Juni) Tahun 2020 sebesar 23.919 orang.

Yulianto menyebut, kasus tertinggi didapatkan di Kabupaten Tegal sebanyak 1.832 penderita.

Jokowi Ingin Pelacakan Pasien TBC Dilakukan Bareng Penanganan Corona

Pasien Covid-19 Bisa Klaim Biaya Perawatan, Sesuai Aturan Baru Kemenkes, Begini Caranya

SPG Rokok Usia 16 Tahun Dijual Rp800.000 Sekali Kencan di Padang, Polisi: Long Time Rp1,9 Juta

Dinkes Jateng: TBC Lebih Mematikan Dibandingkan Virus Corona, Berikut Ini Bukti Datanya

"Kalau berdasarkan pengelompokkan umur, TBC itu hampir merata semua kelompok umur mulai dari 0-4 tahun sebanyak 7 persen. Lalu, 5-14 tahun 5,3 persen. Sementara, usia15-24 tahun sebanyak 15,4 persen," ungkapnya, Kamis (23/7/2020).

Dia melanjutkan, untuk kelompok usia 25-34 tahun sebanyak 14,7 persen. Begitu juga 35-44 tahun ada 15 persen. Untuk usia 45-54 tahun 16 persen, dan 55-60 tahun 15,9 persen.

"Lbih dari 60 tahun, terdapat 11,2 persen. Jadi merata dari 0 tahun sampai lansia," tuturnya.

Menurutnya, jumlah penderita TBC pada usia produktif jumlahnya lebih tinggi. Padahal usia produktif yang harus dilindungi.

"Kalau dia (penderita TBC usia produktif, red), mereka akan menjadi tidak produktif lagi."

"Karena pengobatan TBC ini membutuhkan jangka waktu yang lama, dari 6 sampai 9 bulan masa penyembuhan," ucapnya.

Berdasarkan data tersebut, Yuli menyampaikan upaya pencegahan dan penanggulangan menjadi prioritas.

"Di antaranya adalah deteksi dini penemuan kasus dan juga pengobatan sesuai standar," terangnya.

Selain itu, juga memberikan pengobatan pencegahan bagi orang yang kontak erat dengan penderita TBC.

"Tentunya dalam rangka peningkatan daya tahan tubuh, mengonsumsi makanan-makanan yang bergizi, olahraga secara teratur, dan tentunya untuk pencegahan dengan alat pelindung diri dengan menggunakan masker," tandasnya. (kan)

Ada Lonjakan Kasus DBD di Kendal, Dinkes: Hingga Bulan Ini Sudah Capai 146 Pasien

Melonjak 17 Kasus Corona di Banjarnegara Per Hari Ini, Bupati Ungkap Pemicunya

Cara Mudah Cek Kepesertaan Bansos Covid-19 Melalui Aplikasi, Simak Petunjuk Berikut Ini

Suami di Penjara, Tidak Tahu Siapa Ayah Kandung Bayinya, Alasan Ibu Jual Anak Sendiri

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved